MODEL INFORMASI KLASTER UMKM BERBASIS PETA DIGITAL UNTUK MENDUKUNG KINERJA UMKM KABUPATEN BUNGO PEROLEH DANA HIBAH LPDP

Oleh : Nanik Istianingsih, S.E., M.E, Nanang Al Hidayat, S.H., M.H dan Asra’I Maros, S.Sos., M.Si
Email: nanikistianingsih1324@gmail.com

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun persoalan yang dihadapi UMKM di Indonesia adalah hanya 7,7 % yang terdaftar menggunakan teknologi pemasaran secara online di platform e-Commerce, padahal pemerintah menargetkan 12,8% UKM harus berbasis teknologi. Hal ini berimbas pada posisi daya saing Indonesia di dunia yang berada pada posisi nomor 40 dan lebih rendah dari negara-negara ASEAN yang lain seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai yakni penyusunan model pengembangan klaster UMKM berbasis TI dan kemudian mengoptimalkan aplikasinya, maka penelitian ini menggunakan metode action research. Metode ini dipilih karena pada tahap pertama akan dilakukan kajian (research) terhadap model-model pengembangan yang sudah dilaksanakan dan kemudian berdasarkan hasil kajian itu merumuskan satu model pengembangan klaster UMKM berbasis TI. Kemudian pada tahap kedua akan dilaksanakan implementasi/tindakan (action) untuk menerapkan model yang sudah diperoleh pada tahap pertama, diikuti dengan revisi untuk menghasilkan model terakhir.

Analisis dilakukan terhadap data dan hasil laporan yang berkenaan dengan UMKM, RT/RW dan pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Bungo, dinamika pemetaan wilayah, serta model sistem informasi yang akan dikembangkan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode Analityc Hierarcy Proses (AHP) dengan bantuan Aplikasi Desicion Support System (DSS). Kemudian membuat model desain yang dikembangkan adalah desain arus dokumen, relasi tabel dan struktur database, dan arsitektur web GIS.

Baca Juga :  HABITAT PATOLOGI ADMINISTRASI DALAM PELAYANAN PUBLIK

Metode AHP merupakan suatu metode dalam pemilihan alternatif-alternatif dengan melakukan penilaian komparatif berpasangan sederhana yang digunakan untuk mengembangkan prioritas-prioritas secara keseluruhan berdasarkan rangking. Proses pengambilan keputusan pada prinsipnya adalah memilih suatu alternatif. AHP merupakan sebuah hirarki fungsional dengan input utamanya persepsi manusia.

Penentuan strategi klaster dilakukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berdasarkan hasil FGD masing-masing klaster. Pembobotan dilakukan oleh 4 orang pakar terdiri dari perwakilan UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM, Pakar Bisnis dan UMKM serta Dosen Senior Bidang Kewirausahaan dan Bisnis. Dari hasil analisis terhadap bentuk klaster dan faktor-faktor yang berpengaruh tersebut, selanjutnya dilakukan analisis terhadap peluang implementasi TI dalam model klaster UMKM yang dihasilkan dengan peta digital.

Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi sistem pendukung keputusan dalam menentukan prioritas pengembangan UMKM di Kabupaten Bungo dengan menggunakan Analitical Hierarchy Process (AHP), maka ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dari hasil pengujian kriteria yang dikembangkan dengan menggunakan model AHP, dapat disimpulkan bahwa UMKM yang memiliki nilai tertinggi adalah UMKM yang memiliki daya saing baik sehingga dapat dipilih sebagai UMKM prioritas. Perhitungan yang telah dikembangkan dengan metode AHP menggunakan 5 kriteria dalam menentukan prioritas pengembangan UMKM, yaitu kriteria produktivitas tenaga kerja, peluncuran produk baru, kualitas produk, kualitas layanan, dan harga. Dari kelima indikator tersebut, produktivitas merupakan kriteria yang sangat penting mengingat UMKM di Kabupaten Bungo masih tergolong industri padat karya dimana mereka masih sangat dominan dalam menggunakan tenaga manusia. Untuk itu, UMKM perlu melatih dan mendidik tenaga kerja untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan produktif.

Baca Juga :  OPD Diminta Ikut Ciptakan Sumber PAD

Pada penelitian ini juga telah dilakukan model desain pengembangan sistem informasi berbasis web GIS terhadap klusterisasi UMKM, produk unggulan dan pemetaan potensi wilayah dalam pengembangan ekonomi daerah. Identifikasi dan analisis dilakukan pada data UMKM dan perijinannya, potensi wilayah Kabupaten Bungo, dan rencana pembangunan sesuai RT/RW, dan peta wilayah. Sedangkan desain yang dihasilkan adalah diagram arus dokumen, ER-D, tabel database dan arsitektur web GIS UMKM dan Potensi Wilayah. Dari hasil tersebut masih perlu dikembangkan lebih lanjut untuk menyusun aplikasi dan coding untuk menghasilkan interface yang dapat digunakan oleh pengguna yang telah divalidasi. Berikut Peta GIS yang telah dihasilkan oleh penelitian ini:

Baca Juga :  Sekda Zainal Dampingi Kunjungan Wamendes PDTT ke Rawa Bento dan Peresmian Bumdes

Seluruh target luaran telah dapat dihasilkan dari penelitian ini yaitu: a) Luaran utama : Publikasi ilmiah pada jurnal terindexs Copernicus yang mempunyai nilai setara Sinta 3; sudah terbangun Aplikasi Model Sistem Informasi Klaster UMKM Berbasis Peta Digital (GIS); Model Rancangan Pembelajaran MBKM berupa RPS dan Rekonstruksi Mata Kuliah yang telah disyahkan dan b) Luaran tambahan: Submitted pada Jurnal Internasional Bereputasi Scopus Q2 telah dilakukan; dan Menghasilkan Buku Ajar Manajemen Stratejik UMKM yang telah terbit dan mempunyai ISBN serta telah diperoleh HAKI.

Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada LPDP yang telah memberikan dana penelitian, serta seluruh pihak yang telah membantu terlaksananya penelitian ini yaitu seluruh sivitas akademika STIA Setih Setio yang kini berubah nama menjadi IAKSS, Dinas Koperasi dan UMKM, Bappeda Kabupaten Bungo dan pelaku UMKM ang telah memberikan informasi.

Komentar