EKSISTENSI PANCASILA DITENGAH REDUPNYA JATI DIRI BANGSA

Oleh : Dedi Epriadi, S.Sos., M.Si
Wakil Ketua DPD II KNPI Kabupaten Bungo Periode 2022-2025

ARTIKEL — Keberadaan Pancasila bagi bangsa Indonesia merupakan hal yang sangat penting karena merupakan jiwa dan pandangan hidup bangsa dan Pancasila berhakikat sebagai pokok kaidah fundamental negara (Notonagoro, 1959). Wawasan kebangsaan sebagai suatu kekuatan dinamis dapat menggerakkan segenap potensi bangsa dalam mewujudkan cita-cita luhur menuju Indonesia berkeadilan dan berkemakmuran. Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya tidak dapat begitu mudah mengalami erosi, jika tidak oleh karena tingkah laku insane-insan itu sendiri yang merusaknya.

Pada saat ini pancasila lebih banyak di hadapkan pada tantangan berbagai varian kapitalisme dari pada komunisme atau sosialisme. Ini disebabkan perkembangan kapitalisme yang bersifat global. Fungsi pancasila ialah member orientasi untuk terbentuknya struktur kehidupan sosial-politik dan ekonomi yang manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat (M. Sastrapratdja, 2001).

Jatidiri bangsa asing yang sekuler dan liberal semakin popular, dan akhirnya semakin menjauhkan diri dari jatidiri sendiri yang berbasis pada budaya bangsa dan Pancasila. Penguasa diduga semakin berkolaborasi dengan kekuatan asing. Faham kapitalisme liberal semakin melembaga di hati rakyat Indonesia. Karena itu banyak pihak yang menyuarakan adanya krisis jatidiri bangsa Indonesia.

Yang perlu dikembangkan ialah melahirkan ideologi kebangsaan yang memiliki hakikat membangun ”good citizen and strong nation” (warga negara yang baik dan bangsa yang kuat). Yang baik tidaklah cukup, namun harus juga kuat (strong). Bangsa dan negara Indonesia harus menjadi bangsa dan negara yang kuat di berbagai bidang. Pemuda Indonesia emas haruslah pemuda yang goodcitizen dan strongcitizen. Hal tersebut pemuda berperan sangat penting sebagai pewaris peradaban, pewaris tongkat estafet kepemimpinan bangsa dan negara. Pemuda sebagai Warga negara yang baik dan bangsa yang kuat. Karena pemuda yang baik saja tidaklah cukup, namun harus juga kuat (strong). Bangsa dan negara Indonesia harus menjadi bangsa dan negara yang kuat di berbagai bidang.

Mentalitas bangsa dan negara sedang diuji eksistensinya yang menyebabkan warga negara tidak percaya akan kekuatan dari ideologi bangsanya sendiri. Kita harus mengembangkan kecerdasan bangsa dengan pola-pola mentalitas yang diiringi dengan kesadaran yang kuat untuk mencintai, mempercayai, setia akan bangsa dan negara sendiri. Perlu adanya dinamika internal yaitu perubahan cara berfikir masyarakat dan bangsa.
Pendidikan harus memiliki tujuan bukan hanya untuk mengubah kecerdasan dan kompetensi saja, namun juga harus mengubah karakter dan moralitas. Paling tidak peserta didik harus dapat memiliki sikap dan kesadaran menghargai dan menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Karakter manusia Indonesia harus dibentuk dan dikembangkan berlandaskan Pancasila.

Karena itulah semangat dan ideologi kebangsaan harus memiliki makna dan tujuan mengantarkan bangsa dan negara menghargai dan menguasai IPTEK yang maju. Semangat dan ideologi kebangsaan haruslah juga memiliki makna dan tujuan untuk mengembangkan semangat kemandirian dan kepercayaan akan kemampuan bangsa sendiri, agar bangsa dan negara tidak tergantung dengan kekuatan asing. Agar masyarakat dan bangsa mampu menggunakan Sumber Daya Alam sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sudah menjadi konstruksi bangsa Indonesia yang mengambil sembhoyan Bhineka Tunggal Ika untuk menanamkan nila nilai pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Toleransi menjadi kunci dalam menginternalisasikan nilai nilai Pancasila. Namum kenyataan di masa sekarang sangat memperihatinkan dimana toleransi bangsa Indonesia perlu dipertanyakan kembali.

Menganalisis data dan fakta yang ada di masyarakat yang mengancam nilai nilai toleransi dan eksistensi pancasila ditengah redupnya jati diri bangsa dan paham kebangsaan menjadi tanggung jawab bagi semua elemen negara. Pemerintah harus mengantisipasi berbagai gerakan dalam masyarakat yang berorientasi untuk mengganti ideologi pancasila. Peran pendidikan harus memiliki tujuan bukan hanya untuk mengubah kecerdasan dan kompetensi saja, namun juga harus mengubah karakter dan moralitas. Kelangsungan hidup negara dan bangsa Indonesia di era globlalisasi, mengharuskan kita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila, agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkannya dan agar intisari nilai-nilai yang luhur itu tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa.

Komentar