oleh

Kejari Bungo Usut Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Pauh Agung

SUARA BUNGO – Tujuh orang warga Dusun Pauh Agung, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo diperiksa Kejari Bungo.

Pemeriksaan ini dikarenakan ada laporan dari warga setempat jika perangkat Dusun termasuk Rio (Kades,red) dan mantan Plt Rio diduga menggelapkan dana dusun.

Tak tanggung-tanggung, kegiatan dugaan banyak yang fiktive tersebut telah berlangsung sejak tahun 2016 silam hingga 2020 lalu.

Kasi Intel Kejari Bungo M Ihsan ketika dikonfirmasi menyebut jika tujuh orang telah dipanggil ke Kejari Bungo untuk diperiksa, namun hingga kini, proses pemeriksaan belum usai.

“Masih berlanjut. Ada yang sudah (diperiksa,red) ada juga yang belum,” kata Ihsan.

Dikatakan Ihsan, tidak menutup kemungkinan bakal ada saksi lain yang akan dipanggilnya. Begitu juga dengan yang telah diperiksa, tidak menutup kemungkinan bakal dipanggil ulang kedepan.

“Kita lihat perkembangan nantinya,” ucapnya.

Dia belum bisa berkomentar banyak terkait hal ini, sebab perkara ini masih diproses dan belum ada titik terangnya.

Untuk diketahui, ada tujuh orang yang dipanggil oleh Kejari Bungo terkait laporan yang dibuat oleh Yuzarman warga Pauh Agung beberapa waktu lalu.

Katanya, tujuh orang tersebut yakni dua orang ASN di kantor camat (mantan plt Rio) Limbur Lubuk Mengkuang, Rio aktif Pauh Agung, mantan Sekdus yang kini menjabat sebagai Kaur Pemerintahan dusun beserta perangkat dusun lainnya.

“Yang dilaporkan itu Plt Rio Pauh Agung atas nama S dan R dari ASN Kantor Camat (mantan Plt Rio) dan datuk Rio aktif, Kaur Pemerintahan dusun, AH beserta perangkat dusun lainnya kabarnya sudah diperiksa Kejari kemarin (1/9),” ucap Yuzarman, Kamis (2/9).

Lanjut Yuzarman, laporannya ke Kejari itu berdasarkan dugaan penyalahgunaan dana APBDus Pauh Agung tahun 2016 sampai 2020.

“Dugaan korupsi DD di dusun Pauh Agung ini pemeran utamanya adalah Kaur Pemerintahan Dusun, AH yang merupakan mantan Sekdus 2016-2018,” ujar Yuzarman diamini Roma Candra salah satu pelapor lainnya.

Dugaan korupsi dana desa (DD) itu sengaja dilaporkan oleh dirinya bersama rekannya Roma Candra yang didukung penuh ratusan warga Pauh Agung. (*)

Komentar

Berita Terbaru