Timbun Puluhan Ton BBM Solar Ilegal, Kiki Bebas Jualan Di Jalan Lingkar Tanpa Tersentuh Hukum

SUARA BUNGO – Kabupaten Bungo nampaknya menjadi salah satu tempat yang sengaja dipilih atau dituju oleh pengusaha ilegal. Hal tersebut mungkin dikarenakan Kabupaten Bungo termasuk wilayah paling aman dan nyaman bagi pelaku ilegal dalam menjalankan usaha mereka.

Salah satu pengusaha ilegal yang ada di Kabupaten Bungo yang nampaknya tidak pernah tersentuh hukum adalah Kiki. Pengusaha BBM Ilegal yang berasal dari Jambi ini memiliki gudang minyak tepatnya di Jalan Lingkar Muara Bungo dan ternyata sangat berani serta dengan leluasa menimbun puluhan Ton BBM jenis solar didalam gudangnya tersebut.

Berbekal informasi yang diterima awak media terkait aktifitas penimbunan BBM Ilegal yang rutin mengoplos BBM jenis Solar di Gudang yang ada di Jalan Lingkar Muara Bungo, ternyata informasi tersebut memang benar adanya, karena didalam gudang yang dipagar dengan seng itu memang menjadi sarang atau tempat penimbunan BBM ilegal yang seakan – akan luput dari mata Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Bungo.

Baca Juga :  Wabup Nilwan Yahya Buka Turnamen Volly PSHT

Kepada wartawan, salah satu warga yang tidak jauh dari lokasi Gudang BBM Ilegal menyebutkan, bahwa gudang BBM ilegal atau tempat pengoplosan BBM Jenis Solar itu milik Kiki dan sudah cukup lama beroperasi di Kabupaten Bungo.

“Gudang minyak ini milik Kiki. Ada apa kalau mau ketemu, pemiliknya ada di gudang saat ini,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Sementara itu, salah satu pembeli yang dijumpai wartawan didalam gudang BBM ilegal milik Kiki di Jalan Lingkar itu mengatakan, bahwa BBM yang dibelinya itu akan dibawa ke dusun Batu Kerbau untuk alat berat PETI.

Lantas ketika ditanya apakah dirinya pemain PETI atau orang suruhan yang diperintahkan untuk menjemput BBM di Gudang di jalan Lingkar, menurutnya dia hanya anak buah yang diintruksikan menjemput BBM saja dengan menggunakan mobil Cery.

“Saya cuma jemput minyak kesini bang. Cuma sedikit, minyak ini akan saya bawa ke Batu Kerbau untuk alat berat milik Tomi,” ujarnya.

Tidak hanya akan dijual ke Batu Kerbau, ternyata BBM Ilegal yang disediakan oleh Kiki ternyata juga akan dikirim ke wilayah Limbur Lubuk Mengkuang dengan kegunaan yang sama yakni untuk aktifitas PETI yang menggunakan eksavator.

Baca Juga :  Evolusi Visi 'Jambi Mantap Terdepan' Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP

“Gudang ini solusi ketika BBM langka dan sulit di Bungo saat ini. Mobil Truck itu juga akan berangkat ke Limbur membawa minyak untuk PETI yang ada di Limbur Lubuk Mengkuang,” paparnya pula.

Keberadaan Gudang BBM solar ilegal milik Kiki saat ini nampaknya memang menjadi alternatif utama bagi para pelaku ilegal lainnya. Jika pemain BBM Ilegal lainnya menjual satu galon BBM Jenis Solar dengan harga kisaran Rp550 ribu sampai Rp600 Ribu per galon, namun di Gudang milik Kiki harganya jauh lebih murah, karena untuk satu liter harganya berkisar Rp15 ribuan dan untuk satu galon hanya berkisar Rp500 ribuan.

Berdasarkan pantauan wartawan di gudang milik Kiki yang ada di Jalan Lingkar, ada puluhan Tackmond kafasitas 1 Ton yang berisi minyak yang sudah dioplos serta ada juga Tanki rakitan dengan kafasitas sekitar 5 sampai 10 Ton dan drum.

Baca Juga :  Puluhan Rakit Dongfeng Bebas Beraktivitas Dekat Bandara, Salim Disebut Jadi Bos Penampung Emas-nya

Selain itu, dilapangan juga ditemukan satu unit mobil Tangki berwarna Biru Putih yang merupakan armada yang membawa BBM Ilegal dari Jambi yang diperuntukkan bagi Kiki dan selanjutnya akan dijualkan kepada pelaku ilegal yang lain yang melakukan aktifitas – aktifitas ilegal di Kabupaten Bungo.

Bebas dan amannya Kiki menjalankan aktifitas penimbunan BBM jenis solar Ilegal di Jalan Lingkar tidak menutup kemungkinan pengusaha dari Jambi itu memiliki pelindung atau bekingan dari orang – orang kuat atau bisa juga ada oknum – oknum yang menjamin kelancaran usahanya tersebut, namun hal tersebut sudah melanggar hukum dan diminta kepada Kapolres Bungo untuk menindak dan memberantas gudang penimbunan BBM Solar ilegal milik Kiki, agar Kabupaten Bungo tidak disebut atau dianggap sebagai sarang mafia ilegal yang seakan – akan melindungi atau membiarkan kegiatan ilegal semakin menjamur. (Tim)