Warga dan Pemdus Lubuk Landai Minta Peninjauan Kembali Putusan LAM Bungo

2991

SUARA BUNGO – Setelah melakukan mediasi duduk adat antara 6 dusun pecahan lubuk landai vs dusun candi bertempat di rumah lembaga adat melayu Kabupaten Bungo pada hari Sabtu 16 Mei 2020 lalu ternyata belum membuahkan hasil.

Sepulangnya dari balai adat melayu bungo ba’da tarawih 6 dusun pecahan Lubuk Landai kembali mengadakan rapat, hasil putusan tersebut meminta agar dilakukan peninjauan kembali atas putusan LAM Kabupaten Bungo.

Rio Dusun Lubuk Landai, Anhari Muhammad menyampaikan, bahwa ada beberapa poin hasil putusan LAM Bungo yang mesti harus diferivisi kembali. Satu diantaranya yakni kerugian satu rumah warga yang terbakar hingga mencapai angka Rp225 juta.

“Ini perlu ditinjau lagi, kami menilai ini sangat tak rasional dan tak wajar. Belum lagi luka-luka yang menimpa beberapa pemuda Lubuk Landai juga belum dituangkan dalam hasil putusan tersebut,” ucap Anhari Muhammad.

Lebih lanjut dijelasnya, ketika duduk adat ia juga sudah menyampaikan dengan lampiran data yang konkrit dan bukti yang jelas sebanyak 21 unit kendaraan roda dua milik warga Lubuk Landai yang sengaja dibakar oleh warga Candi dengan berbagai merk, tahun serta pemilik yang sah dengan total Rp178 juta.

Sementara rumah warga yang kepemilikannya katanya merupakan milik warga Tenam kerugiannya hingga mencapai Rp225 juta. Mestinya dalam hal ini pihak LAM Bungo tak hanya lansung menerima begitu saja, perlu dilakukan pengecekan kembali ke absahannya, karena jumlah yang sedemikian sangatlah tak masuk akal.

“Kami minta LAM Bungo cek kembali kebenaran dan keabsahannya dilapangan,” tambahnya.

Berkaitan dengan luka tembak yang di alami datuk Rio Lubuk Landai, dikenakan 116 Ameh, satu ameh dengan harga Rp250 ribu, kalau di uangkan berjumlah 29 juta. Sedangkan pembayaran hutang luka tembak dibagi dua, setengahnya ditanggung Dusun Candi dan setengahnya lagi kembali ke Dusun Lubuk Landai, inilah yang membuat warga Lubuk Landai belum bisa terima.

“Sedangkan Berkaitan dengan luka bacok yang menimpa dua orang pemuda pemuda Lubuk Landai juga tidak dituangkan dalam hasil putusan LAM Bungo,” lanjutnya.

Menyikapi hasil putusan itu pula, 6 Dusun Pecahan Lubuk Landai meminta agar dilakukan peninjauan kembali sebagaimana yang telah disampaikan secara tertulis dihadapan Camat, Kapolsek Tanah Sepenggal Lintas, para tokoh masyarakat dan pemuda yang bertempat di kediaman Rio Dusun Lubuk Landai yang dihadiri oleh 6 Rio pecahan Dusun Lubuk Landai.

Sementara itu, Camat Tanah Sepenggal Lintas, Endy mengatakan, putusan yang telah disepakati oleh 6 dusun ini segera akan disampaikan ke LAM Kabupaten Bungo dalam waktu secepatnya.

“Saya berharap agar semuanya bisa menahan diri dan semua ini kita serahkan kepada pihak yang kompeten untuk melalukan penyelesaiannya. Kita berharap segera dilakukan mediasi kembali, sehingga persoalan ini bisa diselesaikan secepat mungkin,” harap Endy dihadapan ratusan warga. (Oni)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini





















>