Pj Gubernur dan Satgas Pangan Cek Stok Kebutuhan Pangan Pokok Jambi

SUARA JAMBI – Satgas Pangan Provinsi Jambi mengecek stok harga kebutuhan bahan pangan pokok di Pasar Tradisional Angso Duo, Jumat (9/4/2021) pagi.

Pj Gubernur Jambi, Hari Nur Cahya Murni mengatakan, bahwa kegiatan pengecekan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga Bapok sebelum bulan suci Ramadhan dapat terjaga dan terpantau.

“Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat beberapa bahan pangan pokok yang mengalami perhatian seperti daging dan juga harga cabai,” katanya.

Dari pantauan harga di pasar, kata Nur Cahaya yang kerap disapa Nunung itu, harga cabai merah keriting, cabai rawit hijau, bawang merah, bawang putih ayam broiler dan telur ayam broiler masih stabil.

Baca Juga :  GUBERNUR BERI PENJELASAN ATAS PANDANGAN DEWAN TERHADAP APBD-P 2020

“Untuk harga cabai merah Rp50 ribu, hanya cabai rawit setan yang naik Rp95 ribu sampai Rp 100 ribu dan biasa harga normalnya Rp35 ribu,” katanya.

Sedangkan harga daging disaat menjelang hari ramadhan tidak mengalami kenaikan.

“Untuk harga daging masih jadi fokus utama, namun kita harus memperhatikan jangan sampai harganya naik pas dihari bulan Ramadhan,” jelasnya.

Baca Juga :  Peran Media dalam Pendidikan Demokrasi Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.A Tenaga Ahli Gubernur Bidang Tata Kelola Pemerintahan

Nunung mengatakan, pemasukan daging sapi atau kerbau saat ini masih dari provinsi Lampung.

“Untuk daging segar harga saat ini mengalami naik, Rp130 ribu, ayam potong Rp33 ribu, dari yang kita terima sedangkan untuk komoditas daging sapi terpantau stabil apabila harga Rp110 ribu,” jelasnya.

Sementara itu, Dirreskrimsus polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, dari hasil pengecekan bapok di pasar harga masih cukup stabil menjelang bulan suci ramadhan.

Baca Juga :  New Honda Scoopy Dengan Tampilan Baru Telah Hadir di Jambi

“Untuk harga masih stabil dan untuk stok kesedian beras masih terjamin. Dan kesedian daging kita usahakan stoknya masih terjamin aman sehingga tidak ada kelonjakan harga,” katanya.

Sigit mengatakan, apabila ada Distributor atau pengecer yang nakal atau menyimpan bahan Pokok, Polda Jambi akan melakukan penegakan hukum, namun itu jalan alternatif terakhir.

“Namun selagi kita bisa melakukan pengawasan monitoring, selagi tidak ada pelanggaran penyimpangan baik dari distributor dan pengecer,” pungkasnya. (SBS)

Komentar