Masih Pandemi, Seratusan Rio dan Isteri Malah Mau Pelesiran ke Pulau Jawa

Anggarannya Mencapai Puluhan Juta per Dusun

SUARA BUNGO – Puluhan Datuk Rio (Kepala Desa, red) di Kabupaten Bungo bakal melakukan studi tiru ke Surabaya.

Mereka pergi dengan ketua PKK dusun (isteri Datuk Rio). Rencana keberangkatan mereka ke jambi akan dilakukan Sabtu (23/10) mendatang dan terbang ke pulau jawa pada Senin (25/10) mendatang.

“Rencananyo berangkat dari bandara Jambi tanggal (25/10),” ucap salah satu datuk Rio.

Ketua Forum Rio Kabupaten Bungo, Ziyadi saat dikonfirmasi membenarkan jika sebagian besar Rio di Bungo bakal pergi ke Surabaya. Kata Ziyadi, keberangkatan ini merupakan Program meningkatkan kapasitas Rio.

“Insya Allah berangkat Sabtu dari Bungo ke Jambi, tujuan Surabaya tanghal (25/10),” kata Ziyadi, Rabu (20/10).

Saat ditanya apa tujuan Studi Tiru para datuk Rio beserta ketua PKK ke Pulau Jawa, dirinya mengatakan untuk meningkatkan kapasitas Rio dan datin.

Baca Juga :  Bupati Al Haris Tak Rela Kualitas Pendidikan Turun Karena Pandemi Covid-19

“Intinyo peningkatan kapasitas para datuk datin Rio jugo sekaligus study tiru melihat kemajuan daerah kanti ndo, mudah-mudahan dengan dilihat oleh mato kepalo lansung, ado jugo yang bisa di trap di daerah kito,” tambahnya.

“Kurang lebih 100 Rio yang pergi studi tiru,” jelasnya.

Diketahui, keberangkatan tersebut bakal menggunakan Dana Desa. Setiap Dusun melakukan iuran sebesar Rp4,5 juta per orang.

Biaya tersebut akan digunakan untuk akomodasi selama disana nantinya, seperti penginapan, dan lain sebagainya. Sementara untuk tiket pesawat, itu diluar iuran yang telah ditetapkan tersebut.

“Rp4,5 juta itu diluar tiket pesawat,” ungkap Ziyadi yang juga merupakan Datuk Rio Tebing Tinggi.

Baca Juga :  Menkeu Saksikan Penyerahan Bantuan Community Development Geo Dipa

Merujuk dari situs Traveloka, saat ini harga tiket pesawat untuk Jambi tujuan Surabaya terbesar diangka Rp2,2 juta perorang, sementara termurahnya Rp1,2 juta.

Sesuai informasi yang disampaikan perangkat dusun, satu desa menganggarkan mulai dari 15 juta hingga puluhan juta rupiah. Namun itu tergantung dengan kesepakatan pemerintah dusun setempat.

“Kalau didusun sayo, anggaran untuk berangkat studi tiru ini Rp30 juta. Itu sudah termasuk biaya tak terduga lainnya,” kata AP perangkat Dusun yang berada di kecamatan Tanah Sepenggal.

Dirinya sangat menyayangkan dengan kepergian perangkat Dusun itu, sebab dana yang dianggarkan cukup besar. Selain itu, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kalau untuk pergi saat ini rasanya kurang etislah. Keuangan daerah kita juga masih kempang kempis,” katanya lagi.

Baca Juga :  Operasi Zebra Siginjai 2019 Resmi Dimulai, Ini Sasarannnya...!!!

Menurut mantan perangkat Dusun yang pernah ikut studi tiru, kegiatan tersebut hanyalah cerimonial saja. Sedikit sekali perangkat Dusun yang mengikuti kegiatan itu dengan serius.

“Yang jelasnya kesana tu hanya Pelesiran bae, cuma jalan-jalan saja. Hanya sedikit yang memahami kegiatan itu,” kata mantan perangkat Dusun itu.

“Kebanyakan ya ketempat wisata. Bahkan tidak sedikit yang ketempat hiburan malam, mabuk-mabukan dan main wanita malam,” sambungnya.

Terpisah, kepala Dinas PMD, Taufik Hidayat saat dikonfirmasi juga membenarkan hal tersebut. Dan dia mengatakan dirinya tidak ikut mendampingi datuk Rio.

“Alhamdulilah saya nunggu gawang di bungolah dindo??????. Santoso diminta Rio utk membantu pengurusan keperluan tiket dll dindo,” pungkasnya. (*)

Komentar