Mahili Nilai, Pembangunan Pasar Raya Simpang Rantau Ikil Terkesan Asal Jadi

SUARA BUNGO – Rusaknya gedung pasar modern Pasar Raya Simpang Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo yang baru di bangun agustus 2017 yang lalu membuat Mahili anggota DPRD Kabupaten Bungo Meradang.

Bupati Bungo, H. Mashuri bersama Instansi Terkait saat peninjauan pembangunan Pasar Simpang Rantau Ikil Beberapa waktu lalu

Ia terlihat marah dan kesal kepada pihak kontraktor tersebut, karena pasar yang sama sekali belum di tempati tersebut sudah ada dibeberapa titik yang rusak, baik bagian dek maupun atap pasar tersebut sudah ada yang rusak.

“Masak iya, gedung pasar belum sempat ditunggu oleh pedagang dan juga belum diserah terimakan kepada pemda saja sudah ada yang rusak, ini tandanya ada yang tidak beres dengan kontraktornya,” kesal Mahili.

Ia juga menilai, dalam hal ini pihak PT. Caster Group mengerjakannya terkesan asal jadi, sehingga gedungnya sudah rusak sebelum di gunakan oleh pedagang.

“Pihak pejabat teknis harus perhatikan ini, masa iya baru di bangun sudah rusak, ini menandakan pengerjaan tidak beres dan terlalu dipaksakan,” ungkap Mahili.

Tak tanggung-tanggung, ia juga meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas dalam persoalan ini.

“Saya mohon pada instansi terkait segera menegur pihak kontraktor yang kayak gini, dan juga harus cepat tanggap terkait masalah yang ada. agar kedepan, para Kontraktor nakal seperti ini jangan seenaknya saja bekerja asal-asalan,” tegas Mahili.

“Mumpung bangunan tersebut belum diserah terima kepada pemda, bearti itu masih tanggung jawab pihak kontraktor sepenuhnya,” ujar Mahili lagi.

Sebelumnya, Gedung Pasar Modern Simpang Rantau Ikil, Kecamatan Jujuhan tersebut dilaporkan rusak di bagian dek yang sudah bolong, bagitupun juga bagian atapnya juga ada yang terlepas.

Sebelumnya, Camat Jujuhan, Syafri mengatakan, Pak Bupati Bungo sudah mengetahui masalah ini, dan secara lisan pak Bupati juga sudah memerintahkan dirinya untuk menghubungi pihak kontraktor PT. Caster Group.

“Bupati sudah perintah kami untuk menghubungi kontraktornya, dan sudah kami hubungi, namun hingga sekarang belum juga terlihat di perbaiki oleh kontraktornya,” pungkas Syafri.

Terpisah, pihak PT. Caster Group, Fredi hingga saat ini belum bisa dihubungi, beberapa kali dihubungi via telpon, namun bernada nomor sibuk, dan juga dilayangkan sms juga tidak di balas. (Oni)