Mahasiswa Menilai Bupati Bungo Tak Mampu Menjalankan Tugas

SUARA BUNGO – Kabupaten Bungo menjadi sorotan nasional akibat viralnya video sejumlah anggota DPRD Bungo yang menuntut uang SPPD yang tak kunjung cair.

Namun, hingga kini pihak pemerintah daerah selaku pemegang anggaran tidak satupun yang tergerak untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

Salah satu mahasiswa Bungo, Juna menilai saat ini pemerintah daerah sedang menunjukkan kepada masyarakat bahwa hubungan dua lembaga tinggi di daerah ini sedang tidak harmonis.

Baca Juga :  Bupati Bungo Resmi Lepas Ratusan Peserta KKU STIA Setih Setio Muara Bungo

Juna menyebut Bupati Bungo selaku kepala daerah seakan tidak melihat dan tidak mendengar berita yang mencoreng nama baik Kabupaten Bungo di tingkat nasional.

“Seharusnya pihak Pemda tidak lepas tangan dan cepat dalam mengambil langkah terhadap permasalahan ini sehingga jangan terkesan tidak mampu menjalankan tugas sebagai pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia meminta pihak pemerintah daerah segera mengambil tindakan dan meluruskan apa yang menjadi tuntutan anggota DPRD agar permasalah tersebut segera selesai.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Penuhi Undangan Presiden, Ini Yang Di sampaikan Bupati Kepada Jokowi

Juna juga mengungkapkan kebingungan atas kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan yang ada.

Saat ini pemerintah terkesan tidak transfaran dalam mengelola keuangan daerah sehingga menyebabkan permasalahan antar lembaga dan rasa ketidakpercayaan dari masyarakat kepada pemerintahan.

“Terkait recofusing dana pandemi ini sudah dianggarkan dan tidak mengganggu SPPD. Namun kemana dana SPPD ini dialihkan,” tanya Aktivis IMM Bungo itu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Bungo Jumari Ari Wardoyo Hadiri Halal Bihalal di Dusun Dwi Karya Bakti

Selain itu, Juna juga mengkritik tindakan sejumlah wakil rakyat yang menuntut pencairan SPPD dengan cara bodoh tanpa memikirkan akibat yang terjadi dari tindakan mereka tersebut.

“Seharusnya pihak DPRD juga harus lebih dewasa dalam mengambil langkah dengan memanggil TAPD atau BPKAD. Bukannya dengan membuat heboh pengguna media sosial,” pungkasnya. (mii)