Ini Klarifikasi Kabid Cipta Karya Terkait Proyek Drainase Siluman di BTN Lintas Asri

SUARA BUNGO – Terkait proyek pembangunan drainase dilingkungan RT 34 BTN Bungo dan RT 17 BTN Lintas Asri RW 06, Kelurahan Sungai Kerjan, Kecamatan Bungo Dani menuai protes warga maupun ketua RT 34 perumahan Bungo Permata, Abu Nawas.

Ketua RT 34 perumahan Bungo Permata, Abu Nawas membenarkan jika proyek tersebut dinilai mubazir dan terkesan menghamburkan uang negara saja.

“Ini jembatan kami buatnya iuran dari warga, Kokoh sekali, pekerja itu merobohkannya kemarin pake alat, bukan pake Palu, itu menandakan kalau jembatan itu kuat,” ungkapnya dengan nada kesal, Kamis (24/6/2021).

Menurut dia, sebenarnya mereka berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan lingkungan mereka, namun dalam kondisi keuangan daerah seperti saat ini, bangunan yang dibuat malah menjadi mubazir.

Baca Juga :  Belum Sempat Digunakan Pedagang, Bangunan Pasar Rantau Ikil Sudah Banyak Yang Rusak

“Kita tidak tahu apakah ini proyek Pemda atau proyek lain, sebab papan mereknya tidak ada,” kata Abu.

“Ini sama saja proyek siluman, kontraktor maupun dinas instansi terkait tidak pernah berkomunikasi dengan kami. Tau-tau sudah dibangun, pekerja juga jarang kerja,” tegasnya.

Terkait hal tersebut, Kadis PUPR Kabupaten Bungo melalui Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Bungo, Yeni Deriyanti, ST angkat bicara.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Bungo, Yeni Deriyanti, ST mengatakan, jika proyek tersebut bukanlah siluman. Katanya, proyek tersebut milik dinas PUPR yang dikerjakan secara swakelola.

Baca Juga :  DPD Hanura Sukses Gelar Bimtek Caleg Se Provinsi Jambi

“Itu proyek swakelola Bidang Cipta Karya, makanya tidak ada papan namanya,” ujar Yeni saat dijumpai diruang kerjanya, Kamis (24/6).

Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan tersebut mendesak atau darurat dan itu sesuai dengan usulan warga sekitar melalui ketua RT maupun ketua RW setempat. Katanya, dikarenakan lokasi tersebut sering terjadi banjir.

“Disana sering banjir. Bahkan ada rumah warga yang ditembok sendiri, biar air saat banjir tidak masuk kedalam rumahnya,” ungkap Yeni lagi.

Baca Juga :  Proyek Siluman, Drainase di RT 34 dan 17 Lintas Asri¬† Terkesan Mubazir

Pelaksanaan kegiatan tersebut tidaklah banyak. Mereka hanya memperbaiki beberapa meter saja, kemudian mereka melebarkan dan mendalamkan bangunan drainase yang ada itu.

Dari yang lebar sebelumnya hanya 60 CM, kini menjadi 1 meter. Begitu juga untuk tingginya. Untuk bangunan tersebut, mereka hanya menganggarkan sekitar Rp50 juta hingga Rp70 juta saja.

“Anggarannya cuma Rp50 juta sampai Rp70 juta,” jelasnya.

Namun, terkait dengan jembatan yang masih bagus dan dirobohkan tersebut, Yeni berkilah jika jembatan tersebut sudah mulai rusak dan keropos.

“Coba lihat dibawahnya sudah mulai keropos. Kami punya dokumentasinya,” pungkasnya. (Oni)

 

Komentar