Wasit Dianggap Tidak Adil, Tim Tunas Inti Sungai Penuh Tolak Hasil Pertandingan AQUA DNC 2020

SUARA KERINCI – Acara tahunan Aqua Danon National Cup 2020, melakukan pertandingan sepak bola, di stadion Mini Telanai Pura Kota Jambi, pada Minggu (8/3/2020).

Pertadingan antara Tunas Inti tim dari Sungai Penuh bertanding melawan Gelora Karya tim dari Kota Jambi.

Pada pertandingan tersebut Manager Tunas Inti Sungai Penuh Jon, mengatakan pelatih sepak bola Sungai Penuh protes terhadap kebobolan bola di gawang Gelora Karya, yang tidak di akui wasit pada 1-0 tendangan pertama dari Tunas Inti.

“Tendangan pertama 1-0 dari Tunas Inti, tendangan ke dua pada permainan tersebut tunas inti membobol kan lagi menjadi 2, namun Gelora Karya sempat membobol kan tendangan pada Tunas Inti menjadi 2-1,” ujarnya.

Baca Juga :  Sukses Mendulang Suara Terbanyak di Dapil III, Ribuan Relawan Dedi Hardani Bersholawat dan Arak-Arakan

Namun di sayangkan Jon, wasit hanya mengakui 1 kebobolan dari Tunas Inti sehingga hasil akhir dari pertandingan tersebut 1-1, dan harus di lakukan pinalti.

“Hasilnya 1-1, dan harus di lakukan pinalti,” kata dia.

Panitia dan Manager dari Tunas Inti akan menyuratkan, panitia Danone sampai ke pusat. Karena menurutnya Tunas Inti lah yang memenangkan pertandingan.

“Karena kami hanya butuh Keadilan dari wasit, sebab pada tengah pertandingan wasit telah meniup peluit tanda permainan berlangsung, saat itu juga salah satu tim Tunas Inti menendang bola hingga masuk ke gawang lawan,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, Tunas Inti sampai saat ini tidak mengakui kekalahan.

Baca Juga :  Lantik 56 Kades Terpilih, Bupati : Pembangunan Desa dan Kabupaten Harus Sejalan

“Kita hanya butuh penjelasan dari wasit, kenapa kebobolan itu di katakan tidak sah,” sebutnya.

Sementara itu, Panitia Koordinator pelaksana persepak bola Provinsi Jambi Suryana mengatakan, hanya terjadi kesalahpahaman terhadap pertandingan antara Tunas Inti dan Gelora Karya.

“Hanya terjadi kesalahpahaman, dan hal tersebut juga sudah terselesaikan di lapangan,” sebutnya.

Suryana juga mengatakan, keputusan di lapangan yang menentukannya adalah wasit, namun ketika tim Sungai Penuh melakukan protes tetap kita terima namun keputusan yang mutlak adalah keputusan wasit.

“Bukan berarti kita berpihak pada satu tim, namun posisi yang paling dekat dengan pemain adalah Wasit, dan yang menentukan keputusan di lapangan-pun wasit,” tuturnya.

Baca Juga :  Pj Sekda Alpian Terima Kunjungan Wadansat Brimob Polda Jambi

Dilanjutkannya keputusan wasit adalah keputusan yang mutlak sehingga hasilnya tidak dapat diganggu gugat, namun jika Tim Tunas Inti ingin memasukkan surat kepusat dan mendapat tanggapan baik, tidak menutup kemungkinan Tunas Inti bisa tetap berlanjut hingga ke Palembang.

“Keputusan wasit di lapangan adalah keputusan yang mutlak,y sekalipun wasit salah akan ada penindakan dari komisi disiplin,” tutupnya.

Pemenang dari pertandingan tersebut di antaranya, Juara 1 Gelora karya dari kota Jambi, Juara 2 Sinar Gunung dari Kabupaten kerinci, juara 3 SD Negeri 13 dari Muara Bulian, para pemenang yang tercatat di regional akan berlatih ke Palembang. (ndy)

Komentar