Warga Kampung Lebuh Berharap Tanggap Cepat dari Pemerintah

SUARA BUNGO – Kerusakan beberapa titik jalan menuju Kampung Lebuh, Dusun Telentam, Kecamatan Tanah Sepenggal sangat dikeluhkan oleh warga setempat. Selain sulitnya bagi anak pergi ke sekolah, aktivitas warga pun sangat terganggu akibat rusaknya jalan tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat dusun Telentam, Gusman Pawaili kepada awak media berharap adanya tanggap cepat dari Pemda Bungo ataupun Pemerintahan Dusun Telentam terkait kerusakan beberapa titik jalan menuju Kampung Lebuh tersebut.

“Karena ini akses satu-satunya warga yang dari kampung Lebuh, makanya kami sangat berharap ada langkah cepat dari Pemda Bungo ataupun Pemdus Telentam untuk melakukan perbaikan terhadap jalan ini,” ungkap Gusman Pawaili.

Namun demikian katanya, jika memang Pemda Bungo maupun pihak Pemdus Telentam belum bisa melakukan perbaikan dalam waktu dekat terhadap jalan itu, dia juga berencana untuk mencarikan dermawan yang bersedia untuk memperbaikinya.

“Karena kalau dari sisi kuantitas memang tidak banyak yang rusak. Tapi titik yang rusak itu kondisinya sangat parah. Kalau ada hujan sedikit saja jalan tidak bisa dilewati mobil. Makanya kita berharap ada tanggap cepat dari pihak terkait,” papar Gusman.

“Jika memang Pemda Bungo maupun Pemdus Telentam belum menganggarkan dana untuk perbaikan jalan itu pada tahun ini, kami akan mencoba mencarikan para dermawan yang siap untuk membantu perbaikan jalan ini. Insya allah sudah ada orang yang berbaik hati demi untuk kepentingan orang banyak ini,” tegas Gusman.

Sebelumnya, Kepala Kampung Lebuh, Usman mengungkapkan, kondisi jalan hancur di beberapa titik itu telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan tahun 2019 lalu sudah pernah diukur untuk dilakukan pengaspalan. Hanya saja sampai kini belum terealisasi.

“Rencana dibangun sudah ado. Tahun 2019 lalu orang dinas PU bersamo anggota dewan perwakilan kami sudah turun untuk mengukur jalan. Katonyo mau di aspal. Warga sudah senang nian. Tapi sampai kini belum juga terealisasi,” ungkap Usman (04/01/2022).

“Tolonglah pak perhatikan jalan kami ini pak. Kampung kami ini selalu tertinggal dalam hal pembangunan apopun. Selalu yang terakhir dapat pembangunan. Inilah yang warga kami rasokan bertahun-tahun,” sambungnya.

Ada empat titik kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan di dua titik hampir tidak bisa lagi dilalui kendaraan roda empat.

“Paling kasian tu kadang anak-anak pergi sekolah, tau-taunyo balik ke rumah sudah nangis, kerno dijalan terjatuh ke jalan berlumpur. Di kampung ini dak ado sekolah. Jadi harus keluar dari kampung dengan jalan sepanjang 2,7 Km,” papar Usman lagi.

Di Kampung Lebih sendiri terdapat lebih dari 90 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 250 orang. (*)

Komentar