PT KIM Ditutup Sementara, Novaizal : Tim Dari Dinas ESDM Provinsi Jambi Lagi Investigasi ke Lapangan

282

SUARA BUNGO – Terkait terjadinya peristiwa tanah longsor yang mengakibatkan dua orang pekerja tambang batu bara milik PT Kuansing Inti Makmur (KIM) tertimbun longsor. Satu diantaranya ditemukan meninggal dunia setelah sempat tertimbun tanah longsor.

Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi akan melakukan investigasi terkait kejadian naas tersebut, dan mencari tau penyebab terjadinya longsor dilokasi pertambangan milik PT. KIM yang berada di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, kamis sore (15/10/2020) lalu.

Faried Setiawan, selaku Humas PT KIM saat dihubungi awak media via telpon tidak membantah adanya kejadian naas tersebut. Namun pihaknya masih enggan untuk berkomentar.

“Terkait yang di PT. KIM kemarin kami belum bisa memberikan keterangan apapun,” ujarnya singkat.

Kejadian naas tersebut juga dibenarkan oleh Kabid Pertambangan, Mineral dan Batubara Dinas ESDM Provinsi Jambi, Novaizal. Dia mengatakan bahwa lokasi kejadian naas itu berada kawasan KIM Grup.

Novaizal juga menyampaikan bahwa tim dari Dinas ESDM Provinsi Jambi sedang menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengkajian dan investigasi.

“Mereka (PT. KIM) sudah laporan, Inspektur tambang lagi kesana untuk memastikan apakah itu masuk kategori kecelakaan tambang atau bukan,” jelasnya.

Kecelakaan tambang yang dimaksudnya tersebut pada prinsipnya mencari penyebab dasar atas terjadinya kecelakaan tambang itu terjadi.

“Dari situlah nanti akan timbul tindakan koreksi apa yang akan dikerjakan oleh PT. KIM sehingga tidak terjadi lagi insiden serupa kedepannya,” tambah Novaizal.

Namun, kata Novaizal, jika pihaknya menemukan kesalahan dari pihak perusahaan, maka pihaknya akan memberikan sanksi administrasi hingga penghentian dan penutupan kegiatan pertambangan PT. KIM tersebut.

“Ya, bisa saja sampai ke penutupan pertambangan. Bisa saja ditutup semua kegiatan di PT. KIM sampai koreksi itu dikerjakan,” tegasnya.

Dia juga menuturkan bahwa saat ini kegiatan pertambangan PT. KIM dihentikan sementara sampai didapatkan hasil koreksi-nya.

“Kegiatan pertambangan di PT. KIM dihentikan sementara, karena tim kami lagi melakukan investigasi terkait penyebapnya, apakah ada SOP yang dilanggar, atau apakah Inspektur tambang-nya sedang dilokasi atau ada hal lain,” tuturnya.

Menurutnya kejadian naas itu tidak terjadi begitu saja, namun seharusnya ada warning. Kata Novaizal, apakah hal itu diperhatikan oleh perusahaan atau tidak, itulah yang sedang diselidiki pihaknya.

“Apakah selama ini mereka melihat ada-nya warning itu, apakah itu dibiarkan begitu saja, atau ada catatan-catatan tertentu. Dari situ nanti kita koreksi,” katanya lagi.

Lanjutnya, koreksi itu meliputi jenis batuan, kemiringan slot disposal yang aman, atau mengharuskan adanya kajian geoteknik.

“Untuk hasil investigasi kita ini akan didapatkan dalam waktu tiga hingga tujuh hari kedepan,” pungkasnya. (Tim)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini