Pos Damkar Jujuhan Ilir Disebut Seperti Kandang Kambing, Karena Sudah Lama Kosong dan Tak Difungsikan

SUARA BUNGO – Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terdapat di Kecamatan Jujuhan Ilir, ternyata sudah lama tidak ditunggu alias kosong. Ironisnya kondisi pos penjagaan tersebut sangat memperihatinkan bahkan seperti kandang ternak.

Melihat kondisi pos pemadam kebakaran yang sudah tidak berfungsi karena selain tidak ada kendaraan yang terparkir dan petugas-petugas Damkar juga tidak ada, membuat banyak masyarakat kecewa dan berharap agar pemerintah Kabupaten Bungo bisa menghidupkan atau mengaktifkan kembali mengingat banyaknya bencana kebakaran yang terjadi akhir-akhir ini.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bungo melalui Kabid Damkar ketika dikonfirmasi terkait adanya informasi yang menyebutkan bahwa Pos Pemadam Kebakaran diwilayah Jujuhan Ilir sudah kosong, dirinya membenarkan hal tersebut.

Baca Juga :  Safari Ramadhan, Wako Ahmadi dan Wawako Antos Jumatan di Masjid Baitunnur

Menurut Jasri, anggota atau petugas Damkar yang sebelumnya ditugaskan di Jujuhan Ilir saat ini ditarik atau ditempatkan di wilayah Jujuhan.

Lantas ketika disinggung kondisi pos Damkar Jujuhan Ilir yang seperti Kandang Kambing, dirinya akan mengintruksikan anggotanya untuk membersihkan pos tersebut.

“Iyo, memang kosong, anggota ditarik ke Jujuhan, terima kasih infonya, nanti saya suruh anggota sano membersihkan,” terang Kabid Damkar Bungo, Minggu malam (3/5/2026).

Baca Juga :  PASAR ONLINE KIAN POPULER, INDONESIA SIAP HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Ketika ditanya sudah berapa lama pos Pemadam Kebakaran diwilayah Jujuhan kosong atau tidak difungsikan lagi, menurutnya sudah hampir empat (4) bulan pos tersebut tidak diaktifkan.

“Kira-kira dari Januari kemarin sudah kosong ndo. Jika dihitung sampai sekarang, kurang lebih 4 bulan,” jawabnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, beberapa warga sangat menyayangkan kondisi pos pemadam kebakaran yang sudah lama kosong. Beberapa warga mengaku kecewa sebab jika terjadi musibah kebakaran, maka penanganan musibah akan terhambat karena harus menunggu armada atau personil dari luar kecamatan Jujuhan Ilir.

Baca Juga :  Gelontorkan Dana Rp25 Miliar, Pemkot Akan Bantu Warga Terdampak Covid-19

“Kenapa pos pemadam kebakaran di Jujuhan Ilir sudah tidak difungsikan lagi. Jika terjadi musibah diwilayah Jujuhan Ilir, tentu penyelamatan atau penanganannya terganggu dan hal itu bisa berdampak buruk,” terang Kitink, salah seorang warga Kecamatan Jujuhan Ilir.

“Pos Damkar Jujuhan Ilir sudah bertahun-tahun dakdo armada Pemadam dan angota piket…udah kayak kandang kambing be..wkwkwk,” pungkasnya. (Tim)