Pjs Bupati Bungo, Akhmad Bestari Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK

SUARA BUNGO – Pjs Bupati Bungo Akhmad Bestari membuka pelatihan berbasis Kompetensi di aula UPT Balai Latihan Kerja (BLK), Kabupaten Bungo, Rabu (21/10/2020).

Meski dilaksanakan dalam suasana Pandemi Covid-19, namun dalam Pelaksanaannya tetap mamatuhi Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat.

Akhmad Bestari mengatakan seiring dengan bertambahnya tingkat kelulusan dari berbagai tingkat pendidikan maka, diperlukan pelatihan bagi generasi muda yang akan terjun kedunia usaha.

Baca Juga :  Wabup Apri : Status Covid-19 di Bungo Dari Siaga Ditingkatkan Menjadi Tanggap Darurat

“Dalam situasi pandemi, pemerintah juga dituntut kreatif dalam menekan upaya angka pengangguran. Dengan cara mencipatakan program-progran berbasis ekonomi, baik life skil atau progran lain,” ujar Pjs Bupati Bungo Akhmad Bestari.

Menurut Bestari, pemerintah akan terus berupaya menggulirkan Program-program Ketenagakerjaan. Semua tentu akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran pemerintah saat ini. Hal itu sebagai upaya mengatasi problematika bagi para pencari kerja.

Baca Juga :  Buka Open Tournament International Gateball Gubernur Cup III, Gubernur Al Haris Apresiasi Terselenggara di Provinsi Jambi

“Mudah-mudahan dengan adanya Pelatihan ini, kedepan para peserta dapat mengaplikasikan dan menciptakan kerjanya sendiri dilapangan dengan keterampilan yang ada. Terlebih membangkitkan ekonomi rakyat ditengah situasi pandemi Covid-19,” kata Bestari.

Kepala Dinas Nekertrans Kabupaten Bungo, Hj. Anna Lukita, mengatakan kegiatan pelatihan dilaksanakan ini, merupakan anggaran dari Kementerian, yang mana, dananya tersedia di Balai Besar Medan, karena BLK Bungo adalah Binaan Medan.

Baca Juga :  Ini Penjelasan Wabup Apri Mengenai Hebohnya di Medsos Tentang Beras Plastik

Pada tahun 2020, secara keseluruhan mendapatkan 20 paket. Namun akibat adanya pengurangan dana, maka hanya menjadi 10 paket pelatihan dan satu kegiatan pembuatan masker Covid-19.

“Untuk jumlah peserta pelatihan saat ini berjumlah 80 orang, dengan kejuruan operator komputer, asisten pembuat pakaian, teknisi telepon seluler serta pembuatan roti dan kue,” pungkasnya. (Oni)