SUARA SUNGAI PENUH – Semakin tebal dan pekatnya kabut asap kiriman yang menyelimuti kota Sungai Penuh seminggu terakhir ini, tentunya menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, akibat kabut asap ini terjadi peningkatan jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di kota Sungai Penuh.
Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh Bismar Sandra, saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (19/9/2019) mengungkapkan, jika di lihat dari data yang masuk dari 11 puskesmas di 8 Kecamatan dalam Kota Sungai Penuh. Pada minggu ke-35 dan 36 kemarin Jumlah Kasus ISPA masih relatif stabil.
“Memasuki Minggu ke 37 saat ini, jumlah kasus ISPA mulai mengalami peningkatan, yakni dari sebelumnya hanya 302 kasus, sekarang naik menjadi 404 kasus atau mengalami peningkatan sebanyak 102 kasus,” ungkap Kabid P2P.
Dari 404 kasus ISPA lanjut Bismar, pasien ISPA hanya menjalani rawat jalan dan pengobatan dari Puskesmas yang ada di Kota Sungai Penuh, dan tidak ada pasien yang mengalami rawat inap di rumah sakit.
“Umumnya pasien ISPA lebih banyak anak-anak dibandingkan orang dewasa, karena anak-anak lebih banyak bermain dan beraktifitas di luar ruangan serta daya tahan tubuh anak-anak juga masih lemah,” papar Bismar.
Adapun 3 Puskemas di kota Sungai Penuh yang mengalami peningkatan cukup signifikan menangani kasus ISPA, yaitu Puskesmas Desa Gedang sebanyak 176 kasus, Puskesmas Tanah Kampung 96 kasus, dan Puskesmas Hamparan Rawang 73 kasus.
“Dengan semakin buruknya kualitas udara saat ini, maka kami himbau kepada seluruh masyarakat Kota Sungai Penuh, jika beraktifitas diluar ruangan agar selalu memakai masker dan kami anjurkan untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan serta perbanyaklah minum air putih,” himbau Bismar. (ndy)










