Pelepasan KKU Mahasiswa IAK SS Muara Bungo Sukses, Posko 08 Siap KKU di Desa Sekancing

SUARA BUNGO – Pelepasan Kuliyah Kerja Usaha (KKU) Mahasiswa Kampus Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAK SS) Muara Bungo sebanyak 145 mahasiswa dengan delapan dosen pembimbing lapangan yang terbagi menjadi delapan kelompok berlangsung sukses, Senin (11/7/2022).

Suasana Pelepasan KKU IAK SS Muara Bungo.

Sebanyak 19 mahasiswa dari Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio Muara Bungo (dulu STIA Setih Setio) dari posko 8 dengan seorang dosen penanggung jawab lapangan yakni Ade Sofa, S.Ag., M.S.I siap menjalankan Kuliah Kerja Usaha (KKU) di Desa Sekancing, Kecamatan Tiang Pumpung, Kabupaten Merangin.

KKU kali ini mengusung tema yang menarik, yaitu “Desa Membangun”. Hal ini dijelaskan oleh ketua LPM IAK SS, Dr. (C) Nanik Istianingsih, S.E., M.E., C.I.MA, C.PR., C.DM., bahwa penentuan tema ini didasarkan target sasaran RENSTRA Kemendes PDT 2020-2024 yaitu “Terwujudnya Perdesaan yang memiliki keunggulan Kolaboratif dan Daya Saing secara berkelanjutan dalam Mendukung Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong-Royong”.

“Program kerja utama sebagai prioritas kegiatan yang bisa dipilih antara lain Desa Wisata, Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Pemberdayaan Masyarakat,” ujar Nanik.

Sebelum keberangkatan ke Desa Sekancing, sebelumnya diadakan Acara Pelepasan KKU yang dihadiri pihak yayasan dan rektor, Senin (11/7).

Menurut Ketua Yayasan IAK SS, yang diwakili oleh Safri, S.Sos mengatakan, bahwa KKU merupakan salah satu wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan mampu memberikan transfer knowledge kepada masyarakat secara lebih aktif dan kreatif dalam membangun desa sasaran,” beber Safri.

Sedangkan, Plt. Rektor IAK Setih Setio, Hasdani S.Sos., M. Si berpesan kepada seluruh peserta KKU untuk selalu menjaga nama baik kampus dan menjalankan program kegiatan sebaik-baiknya supaya mendapatkan hasil memuaskan.

“Mohon jaga nama baik kampus. Semoga KKU berjalan lancar,” harap Hasdani.

Selanjutnya, perjalanan ke Desa Sekancing ternyata cukup mendapatkan tantangan, karena salah satu mobil yang membawa logistik kelompok mogok di tengah jalan. Namun, hal ini tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk bisa tiba di lokasi meskipun terlambat dari jadwal yang ditentukan.

Penyambutan Peserta KKU oleh Kepala Desa Sekancing, H. Sapri, di Aula Desa.
Kedatangan mahasiswa disambut hangat oleh kepala Desa Sekancing, perangkat desa, dan para tokoh masyarakat di aula desa.

H. Sapri, selaku Kades, menyambut dengan tangan terbuka dan siap membantu mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan KKU.

Beliau juga menjelaskan bahwa Desa Sekancing masih menjunjung tinggi adat istiadat dengan masyarakatnya yang seiyo sekato dalam menciptakan lingkungan harmonis.

Diketahui, Desa Sekancing Kecamatan Tiang Pumpung baru saja diresmikan menjadi desa pertama di Provinsi Jambi oleh Kejati Jambi sebagai Kampung Restorative Justice.

“Desa ini menjadi desa percontohan, bagaimana menyelesaikan suatu masalah tertentu bisa diselesaikan secara adat kampung dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh agama secara bersama-sama. Sehingga, permasalahan di masyarakat tidak semuanya mesti diselesaikan lewat hukum negara,” beber Sapri.

Seusai penyambutan di aula, para mahasiswa melakukan rapat koordinasi di posko kegiatan yang sudah disediakan pihak desa.

Dosen penanggung jawab lapangan meminta seluruh mahasiswa yang tergabung dalam kelompok delapan KKU, bekerja dengan penuh semangat, niat yang ikhlas, serta selalu menjaga kekompakan dan kekeluargaan antar anggota.

Kemudian, Ketua kelompok delapan, Muhammad Nur Arifin mengarahkan para anggota untuk merapikan kondisi posko terlebih dulu sebelum fokus merancang dan menjalankan kegiatan KKU di Desa Sekancing. Dia berharap kelompok delapan bisa lancar dan sukses dalam berkegiatan KKU di desa tersebut.

Selain di Desa Sekancing, program KKU IAK SS tahun ini tersebar di tiga kabupaten lain, yaitu Bungo, Tebo, dan Merangin. Meliputi Desa Lubuk Beringin, Desa Timbolasi, Desa Sungai Telang, Desa Teluk Kembang Jambu, Desa Jambu, Desa Sekancing Ilir, dan Desa Beringin Sanggul.

Total peserta KKU sebanyak 145 mahasiswa dengan delapan dosen pembimbing lapangan yang terbagi menjadi delapan kelompok. Kegiatan KKU Desa Membangun ini akan berlangung selama 45 hari, yaitu mulai tanggal 11 Juli-25 Agustus 2022. (KM)

Komentar