Nurhasanah: Kami Dak Sanggup Lagi Minum Air Keruh Pak

SUARA BUNGO – Kesulitan air bersih meski hidup ditepi sungai yang mengalir deras air didalamnya. Itulah yang dirasakan oleh warga dusun Rantel, Kecamatan Pelepat, kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, sejak beberapa bulan terakhir.

Rintihan itu disampaikan oleh warga dusun Rantel, ditengah-tengah rencana aksi demo ke lokasi PETI Batu Kerbau Selasa (24/8/2021) yang akhirnya ditunda karena surat pemberitahuan yang disampaikan kepada pihak Polres Bungo, Pemda Bungo, DPRD Bungo dan Kodim 0416 Bute baru disampaikan.

Baca Juga :  Kehadiran Brigpol Maidani di Acara Imtihan Menjadi Motivasi Bagi Para Siswa Untuk Menjadi Tahfiz Quran

“Tulunglah (tolonglah) pak, kami dak sanggup lagi mandi dan minum ayik (air) keruh pak. Iko (ini) luar dalam sudah gatal-gatal, kareno (karena) ayik keruh iko pak,” rintih nenek Nurhasanah.

Menurut nenek Nurhasanah, air sungai Batang Pelepat yang menjadi sumber utama kehidupan mereka di dusun Rantel sejak puluhan tahun lalu, kini tidak lagi bisa digunakan untuk hajad hidup orang banyak.

“Yo pak tulunglah kami ko cepat pak. Dak sanggup lagi kami gunokan ayik sungai ko pak. Iko ulah PETI makonyo ayik sungai kami keruh pak,” ucap nenek Nurhasanah lagi.

Baca Juga :  Diduga Tiga Unit Exscavator PETI Kembali Beroperasi di Dusun Batu Kerbau

Rio (kepala desa, red) Rantel, H. Badrul Aini dikonfirmasi terpisah membenarkan jika kesulitan air bersih yang telah dirasakan oleh warganya sejak beberapa bulan terakhir.

“Kenyataannya memang itulah kondisi yang kami alami hingga kini. Air sungai yang jadi sumber utama kehidupan kami kini tidak bisa lagi digunakan. Jangankan untuk minum, untuk mandi dan mencuci saja tidak layak lagi saking keruhnya,” kata Badrul Aini, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga :  Hadiri Pembukaan TMMD, Ketua DPRD : Semoga Berjalan Lancar dan Aman

Akibat menggunakan air yang keruh tersebut, lanjut Datuk Rio, banyak warga Rantel yang kini mengalami penyakit gatal-gatal disekujur tubuh.

“Sudah banyak sekali warga kami yang kena penyakit gatal-gatal pak. Ditambah lagi kini memang berbagai penyakit banyak datang, sehingga sudah bercampur baur didalamnya,” pungkas Badrul Aini.(**)