Miris..! Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Pecat Dua Anggota Damkar Tanpa Kordinasi Dengan Kabid

1111

Indones: Kami Klarifikasi Melalui Telpon dan langsung Kirim Surat Pemecatan

SUARA BUNGO – Tragedi penghadangan terhadap rombongan salah satu kandidat Calon Bupati Bungo nomor urut 2, H. Mashuri oleh beberapa pemuda di Dusun Tanah Tumbuh berbuntut pemecatan terhadap dua anggota Damkar Pos Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo.

Foto Surat Pemecatan, Alfan (ist)

Kedua anggota yang bertugas di Pos Damkar Tanah Tumbuh tersebut dinilainya ikut terlibat dalam penghadangan rombongan calon bupati petahana yang ingin menghadiri pesta pernikahan salah satu warga di dusun setempat.

Pemecatan tersebut dibenarkan langsung oleh Plt Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bungo, Indones kepada awak media, Selasa (24/11/2020).

Ia menyebutkan bahwa pemecatan terhadap dua anggota Damkar tersebut karena dinilai telah melanggar perjanjian kontrak kerjasama dan mencoreng nama institusi Damkar Kabupaten Bungo.

“Anggota yang dipecat atas nama Alfan dan satunya saya lupa. Mereka dipecat karena telah melakukan tindakan diluar aturan yang boleh dilakukan ASN dan Tenaga Kontrak,” beber Indones.

Saat ditanya apakah sudah melakukan pemanggilan terhadap kedua anggota tersebut untuk mengklarifikasi terhadap tuduhan itu?

Indones mengaku hanya melakukan pemanggilan sekaligus klarifikasi via telpon dan langsung mengirim surat pemecatan tanpa ada pemanggilan dan klarifikasi tatap muka secara langsung terlebih dahulu terhadap kedua anggota tersebut.

“Kita hanya melakukan pemanggilan dan klarifikasi via telpon dan langsung kita kirimkan surat pemberhentian-nya,” ujar Indones.

Jika kedua anggota tidak terima atas surat pemberhentian yang diberikan, Indones mempersilahkan untuk melakukan gugatan atas kebijakannya tersebut.

“Jika mau menggugat silahkan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan, Harpendi saat dihubungi suarabutesarko.com mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa motif dan siapa yang dipecat oleh Plt Kasat-nya tersebut.

“Saya tidak tau masalah pemecatan dua orang anggota Damkar itu dindo, coba tanya langsung sama Plt Kasat,” akui nya via telpon, Rabu (25/11).

“Saya selaku Kabid Damkar tidak dilibatkan dan tidak diberi tahu, saya tau nya ada pemecatan melalui berita,” terangnya.

Salah satu keluarga Alfan, HR membantah keras bahwa Alfan dan rekannya ikut dalam penghadangan calon bupati petahana tersebut.

Ia menceritakan kronologis saat kejadian Alfan bersama rekannya ingin menuju ke tempat pesta. Ketika di jalan mereka melihat keramaian dan kegaduhan, namun mereka tidak ikut terlibat dalam kegaduhan tersebut.

Alfan dan rekannya hanya melihat dari jarak kejauhan tanpa ikut campur dalam aksi penghadangan rombongan calon bupati tersebut.

“Bahkan jarak mereka dari tempat penghadangan sekitar 50 meter,” pungkas HR. (Oni)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini