SUARA BUNGO – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Dusun Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo kembali menjadi sorotan. Bumdes yang sudah beberapa tahun lalu dibentuk dan sudah mendapatkan kucuran dana dari desa, saat ini sudah tidak beroperasi alias sudah gulung tikar.
Warga Teluk Pandak mengaku kecewa baik dengan pengurus Bumdes ataupun dengan pemerintah Dusun Teluk Pandak yang mana puluhan juta dana desa yang telah diberikan kepada Bumdes terbuang sia-sia dan sampai sekarang tidak ada pertanggungjawabannya.
Kepada wartawan, warga dusun Teluk Pandak menyebutkan, bahwa awalnya Bumdes Teluk Pandak bergerak dibidang usaha toko bangunan. Berbagai jenis barang bangunan disediakan, sementara modal awal disuntik dari penyertaan modal dana desa.
“Puluhan juta dana desa terbuang sia-sia di dusun Teluk Pandak. Usaha Bumdes sudah mati dan toko Bumdes juga sudah lama tutup. Jangankan untung, modal Bumdes yang berasal dari Desa pun hilang ditelan bumi,” ujar warga Teluk Pandak yang meminta namanya tidak disebutkan dalam berita ini.
Ketika ditanya berapa lamakah usaha toko bangunan Bumdes Teluk Pandak itu berjalan, warga mengaku usaha toko bangunan tersebut hanya berjalan beberapa bulan. Warga juga menyebutkan pada awalnya persediaan yang dijual di toko bangunan milik Bumdes cukup banyak, namun beberapa bulan barang toko tinggal sedikit dan akhirnya tutup sampai sekarang.
“Pengelolaan usaha Bumdes patut dicurigai. Usaha yang menggunakan dana desa kenapa bisa kalah dengan usaha pribadi. Usaha pribadi seperti toko bangunan di Teluk Pandak sampai sekarang masih berjalan, tapi kenapa usaha Bumdus bisa gulung tikar,” tutur warga.
Tidak hanya kecewa dengan pengurus Bumdes ataupun pemerintah dusun, warga juga mengaku kecewa dengan pihak inspektorat yang setiap tahun melakukan pemeriksaan di desa-desa namun tidak pernah mempersoalkan masalah Bumdes yang sudah nyata merugikan masyarakat banyak.
“Apakah dana Bumdes tidak di audit ? Kami minta pihak inspektorat bisa turun langsung dan periksa Dana yang digunakan Bumdes serta penggunaan dana desa lainnya di dusun Teluk Pandak yang diduga banyak diselewengkan,” ujarnya pula. (tim)










