Bijak Menggunakan Media Sosial

SUARA ARTIKEL – Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status. Jika sebelum tahun 2000 pemilik HP masih bisa dihitung dengan jari, artinya masih terbatas pada orang-orang tertentu saja, karena pada saat itu untuk memiliki HP masih belum terjangkau bagi masyarakat umum, dan hanya kalangan tertentu yang mampu untuk membelinya itupun untuk HP yang tidak secanggih seperti sekarang, selain itu nomor kartu juga terbilang mahal, pada waktu itu kurang lebih harga kartu termurah sekitar Rp100.000,- . Jika kita bandingkan dengan sekarang rasanya hampir setiap orang memiliki HP dengan sistem android yang fungsinya bukan hanya sekedar untuk komunikasi tetapi dapat dimafaatkan dengan berbagai kebutuhan.

Kemajuan alat komunikasi saat ini bukan merupakan barang mewah namun sudah menjadi suatu kebutuhan. Perkembangan media sosial juga semakin banyak seperti Facebook, twitter, instagram, Line, WhatsApp dan masih banyak lagi jenis lainnya. Semua media sosial yang ada saat ini mempermudah cara berkomunikasi dengan orang lain tidak harus ke wartel seperti era tahun 2000. Berbagai kemudahan penggunaan teknologi sekarang mempercepat informasi menyebar luas tanpa batasan jarak dan waktu.

Baca Juga :  Sekda M. Dianto Minta Pengamanan Pemilu Serentak 2019 Maksimal

Dengan banyaknya media sosial yang digunakan di masyarakat dari sisi positifnya tentu banyak manfaat yang dirasakan, namun sisi negatif juga tidak kalah gencarnya dan dampaknya di kehidupan sehari hari. Tidak ada suatu kemajuan yang tidak membawa konsekuensi atau pengaruh, akan tetapi dampak pasitif maupun negatif suatu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semuanya tergantung pada diri individu bagaimana menyikapinya. Kalau disikapi positif akan membawa manfaat yang menguntungkan namun jika disikapi secara negatif maka negatif pula dampak yang diterima.

Akhir-akhir ini begitu banyak kejadian di masyarakat yang disebabkan oleh penggunaan media sosial yang tidak terkendali dengan baik, pengendalian diri menjadi kunci utama dalam pemanfaatan teknologi. Penggunaan teknolgi terutama media sosial setiap pribadi hendaknya dapat mengendalikan emosi, emosi ketika bersosial media kadang sulit dibendung kalau kita mengikuti perasaan. Karena tidak bertemu langsung dengan orang yang diajak berkomunikasi akan menyebabkan diri kita seakan akan terbawa oleh arus dan gencarnya informasi tanpa melakukan penyaringan apakah informasi tersebut benar atau informasi hoaks.

Baca Juga :  ANOMALI DEMOKRASI PASCA OTORITARIANISME SOEHARTO

Informasi yang benar dari sumber yang berkompeten akan membawa manfaat positif, namun jika informasi hoaks menyebabkan banyak pihak yang dirugikan. Oleh karena itu ketika kita bersosial media hendaknya lebih bijak, untuk menghindari hal-ha negatif seperti terjadinya konflik sosial. Konflik merupakan suatu pertentangan antara pihak satu dengan pihak lainnya, konflik yang terjadi akan menyulut bibit-bibit permasalahan yang selama ini mungkin terpendam. Konflik yang satu akan menyebabkan konflik yang lain bahkan meluas ke ranah yang lebih besar lagi.

Kejadian konflik di beberpa daerah seperti yang tersebar di dunia maya saat ini justru menambah permasalahan baru yang dihadapi bangsa Indonesia, ingatlah bahwa ketika terjadi konflik sejujurnya setelah kita telusuri lebih mendalam satu dengan yang lainnya banyak ditemukan masih ada hubungan kekerabatan, hubungan keluarga yang barang kali selama ini tidak terjalin komunikasi disebabkan oleh wilayah tempat tinggal yang berbeda. Kejadian seperti ini pernah penulis temukan ternyata setelah diadakan musyawarah penyelesaian konflik kedua belah pihak masih keluarga entah dari garis keturunan ayah, ibu atau kerabat dekat lainnya.

Baca Juga :  Wabup Nilwan Kukuhkan 31 Orang Anggota Paskibraka

Jadi solusi terbaik dalam penggunaan media sosial hendaknya kita bersama-sama dapat mengendalikan emosi, kita hendaknya jangan diperalat oleh kemajuan teknologi sebaliknya kemajuan teknologi yang ada saat ini kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk membangun relasi yang menguntungkan seperti yang lagi trend sekarang adalah penjualan on line, e-commerce dan bentuk pemasaran on line lainnya yang dapat menembus ke mancagera sehingga dapat meningkatkan perekonomian bangsa.

Mudah-mudahan peristiwa yang lalu menjadi pembelajaran yang baik bagi kita semua dan dapat mengambil hikmahnya sehingga tidak terulang kembali karena tidak ada yang diuntungkan ketika terjadi konflik, semua rugi baik harta, benda dan yang tidak kalah pentingnya banyak menguras energi, energi yang ada hendaknya kita manfaatkan untuk yang positif dan bermanfaat. Semoga bermanfaat.

Penulis : Tarjo, S.Sos., M.AB
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo