BANTUAN DANA HIBAH PKM UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN STRATEGI BRANDING PADA KLASTER KERUPUK BAWANG DI KABUPATEN BUNGO

Oleh: Nanik Istianingsih, Asra’i Maros, Zulkifli

Dosen Institut Administrasi dan Kesehatan setih Setio (IAK SS) Muara Bungo.

Kerupuk adalah makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat semua golongan. Hal ini dikarenakan kerupuk merupakan makanan ringan yang murah dan mudah di dapat, serta beraneka macam cita rasanya. Konsumsi kerupuk bukanlah sebagai makanan utama melainkan sebagai makanan pendamping atau lauk karena rasanya yang gurih dan enak yang dapat menambah selera makan (Afifah & Gustina, 2016).

Kerupuk yang banyak digemari oleh masyarakat ini, membuka peluang bisnis bagi banyak industri rumahan untuk mengelola usaha penjualan kerupuk (Suheta et al., 2019). Beberapa diantara UMKM yang telah mengelola usaha pembuatan kerupuk bawang ini adalah UMKM milik Ibu Ana yang beralamat di Desa Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Ibu Ana bersama beberapa warga lain yang berdomisili disatu kawasan merupakan satu klaster UMKM Kerupuk yang telah terbentuk di tahun 2022 oleh Tim pengabdian melalui penelitian yang telah didanai oleh DRTM dan LPDP.

Baca Juga :  UMKM Ala KKU IAK SS, Pelepah Pisang Jadi Olahan Cemilan

Proses pembuatan kerupuk bawang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pembuatan dan pengukusan adonan, pengirisan lontong kerupuk, penjemuran dan penggorengan. Penjemuran kerupuk dilakukan secara manual dengan mengandalkan sinar matahari. Jika hari panas irisan kerupuk bisa kering dalam waktu 1 atau 2 hari. Tetapi jika cuaca hujan maka akan memakan waktu lebih dari 3 hari.

Bahan dasar pembuatan makanan ini adalah tepung tapioka. Dalam pembuatan adonan dibutuhkan waktu sekitar lebih kurang 35-40 menit. Untuk bahan baku, tidak terdapat masalah yang signifikan. Karena bahan baku pembuatan kerupuk ini mudah didapat dan harganya terjangkau dipasaran. Setiap hari, UMKM milik Ibu Ana dan kelompok lainnya memproduksi sekitar 15-25 kg kerupuk dan proses pengemasan dilakukan dengan alat seadanya yaitu menggunakan tali raffia sebagai pengikat. Selain itu dibuat dalam kemasan kecil yang direkatkan menggunakan api.

Kerupuk bawang milik Ibu Ana dan kelompok lainnya memiliki banyak peminat namun dari pelanggan sering mengeluhkan bahwa kerupuk yang dibeli terkadang ada yang melempem atau tidak garing sehingga pelanggan sering menukarkan kembali kerupuk yang melempem tersebut karena tidak laku jika dijual kembali. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi mitra. Oleh karena itu, tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen pengemasan produk kerupuk bawang yang baik serta menarik. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningatkan kualitas produk mitra serta mampu meningkatkan produksi dan penjualan usaha mitra.

Baca Juga :  Wako Ahmadi Mendorong Pembangunan TPA Regional Berskala Besar di Sungai Penuh

Dalam kegiatan ini tim pengabdian memberikan Hand Sealer kepada mitra untuk memudahkan dalam proses pengemasan produk kerupuk bawang.

Selain itu untuk membantu mitra dalam pembuatan merk Tim pengabdian juga telah melakukan pelatihan pembuatan merk/logo usaha dalam Pelatihan Strategi Branding. Untuk meningkatkan produksi bagi mitra, tim pengabdian juga memberikan bantuan berupa alat produksi seperti dandang dan kuali yang dibutuhkan oleh mitra. Peralatan yang dimiliki oleh mitra mempunyai kapasitas yang kecil sehingga dalam berproduksi mitra juga mengalami kesulitan.

Baca Juga :  Pengabdian Masyarakat : Penyuluhan dan Pendampingan Tentang Pentingnya Menetapkan Pola Hidup Sehat Ditengah Pandemi Covid-19

Beberapa pelatihan yang dilaksanakan oleh Tim pengabdian tidak hanya kepada mitra tetapi juga melibatkan UMKM yang berada disekitar tempat tinggal mitra. Hal ini dimaksudkan agar mitra dapat menjadi pelopor bagi UMKM yang lain serta mampu memberikan motivasi bagi UMKM untuk lebih aktif.

Kegiatan pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan. Keberhasilan ini terlihat dengan adanya beberapa dampak positif dari kegiatan tersebut antara lain dari peningkatan produksi, peningkatan keterampilan mitra dalam proses pengemasan produk serta keterampilan mitra dalam membuat logo/merek sederhana. Selain itu, mitra juga telah partisipasi penuh dalam mengikuti kegiatan pengabdian ini sejak awal observasi hingga tahap evaluasi pengabdian. Selain kegiatan tersebut, usulan pengembangan usaha juga perlu terus berlanjut. Dalam hal ini mitra masih memerlukan pelatihan dan bantuan dengan pemasaran online dan peningkatan keterampilan pengemasan. Tim Pengabdi mengucapkan banyak terimakasih kepada DRTPM Dikti yang telah memberikan Dana Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2023. (**)