Ada Apa dengan Inspektur Tambang ? Hasil Investigasi di PT KIM Terkesan Ditutupi

SUARA BUNGO – Kasus kematian 2 orang pekerja dilokasi tambang PT. KIM di Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo masih terus didalami pihak kepolisian.

Terkait tewasnya 2 orang karyawan dilokasi tambang PT. Kuansing Inti Makmur (KIM), Dusun Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo pada Rabu (9/3) terus didalami pihak kepolisian dan Inspektur tambang Kementerian ESDM.

Keduanya tewas akibat tertimbun longsor saat bekerja. Hal ini, sudah kejadian yang kesekian kalinya di lokasi perusahaan PT. KIM tersebut.

Diketahui, pada tahun 2020 lalu perusahaan tambang PT. KIM juga sempat memakan 2 korban tertimbun longsor, satu di antaranya meninggal dunia. Kejadian naas itu terjadi di kawasan pertambangan PT KIM yang berada di Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Jumat silam (16/10/2020).

Terkait perkembangan penyelidikan, Kapolres Bungo, AKBP. Guntur Saputro menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan bersamaan dengan Inspektur Tambang Kementerian ESDM perwakilan Provinsi Jambi.

“Yang sudah kami periksa saat ini baru 10 orang. Pihak perusahaan pasti nanti diperiksa juga, karena lokasi kejadian masih di area perusahaan. Kita masih melakukan penyelidikan,” ujar Guntur.

“Yang memeriksa kondisi tanah dan terkait SOP tambang bukan polisi, tapi ahlinya yang akan menjelaskannya,” tambah Guntur.

Hingga saat ini, polisi belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab kematian kedua korban. Apakah ada kelalaian dari pihak perusahaan atau alami musibah.

Baca Juga :  BREAKING NEWS..!!! Diduga Warga Limbur Ini Tewas Gantung Diri di Pintu Kamarnya Di Perumahan SBI

Sementara itu, Humas PT. KIM, Farid saat dimintai keterangan beberapa waktu lalu menyebutkan, bahwa sejumlah orang dari bagian tambang sudah diperiksa oleh polisi. Sementara untuk jumlah yang sudah diperiksa dia tidak tahu pasti.

Apapun hasil pemeriksaan nanti, pihak perusahaan akan menerimanya. Namun, dirinya menilai bahwa kejadian yang menewaskan dua nyawa karyawannya tersebut merupakan kejadian alam, bukan dari kelalaian pihak perusahaan.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan inspektur tambang untuk melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Terpisah, beberapa orang Inspektur Tambang Kementerian ESDM saat dikonfirmasi terkait hasil investigasi-nya ke tambang PT. KIM tak ada satu pun yang bersedia memberikan keterangan.

Diduga ada yang ditutupi oleh oknum-oknum Inspektur Tambang tersebut. Seolah-olah mereka tidak mengetahui terkait tambang batubara yang kembali memakan korban tersebut.

Inspektur Tambang Kementerian ESDM wilayah Jambi, Redo saat ditanya terkait hasil investigasi ke PT. KIM terkesan tidak bersedia melayani pertanyaan yang dilayangkan wartawan via WhatsApp tersebut.

“Waalaikumsallam wrwb. Pak
Pesan dari pimpinan segala informasi terkait dengan pertambangan dapat menghubungi pimpinan kami melalui bagian humas yang di web Ditjen Minerba. Terimakasih pak,” jawab Redo.

Baca Juga :  Kapolres Bungo Sebut 2 Karyawan PT. KIM Tewas Tertimbun Tanah Longsor, 2 Luka-Luka

Selanjutnya, Inspektur Tambang, Mahfudz saat dilayangkan pertanyaan yang sama juga tidak bersedia memberikan informasi terkait hasil investigasi Inspektur Tambang Kementerian ESDM ke perusahaan tambang batubara yang kembali memakan korban itu.

“Maaf pak..kmi gak bisa jawab..soalnya bukan kewenangan kmi lagi pak. Bukan kmi yg turun pak..inspektur tambang yg lain pak?,” jawab Mahfudz.

Inspektur Tambang Kementerian ESDM lainnya, Maskur, saat dilayangkan pertanyaan yang sama terkait hasil investigasi Inspektur Tambang Kementerian ESDM beberapa waktu lalu, malah WhatsApp awak media lansung di blokir oleh oknum Inspektur Tambang tersebut.

Terakhir, Inspektur Tambang, Sigit saat dikonfirmasi via telpon mengatakan, bahwa bukan dirinya yang turun investigasi ke PT. KIM.

“Maaf, bukan saya yang turun Investigasi ke PT. KIM kemarin, tanya sama pak Redo saja, karena pak Redo itu Koordinator Inspektur Tambang Kementerian ESDM perwakilan Provinsi jambi. Atau tanya saja sama pihak perusahaan, siapa yang turun ke lokasi kemarin,” jelas Sigit.

Untuk diketahui bersama, sebelumnya Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro menyebut pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan setelah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita sudah memasangkan police line. Kemudian akan melakukan penyelidikan terkait kegiatan penambangan dilokasi tersebut, dan akan cari tau penyebab kejadian naas itu,” katanya.

Baca Juga :  Konsep Kepemimpinan Ideal Rio (Kepala Desa) di Kabupaten Bungo

Dugaan sementara, ada kelalaian dari pihak perusahaan yang tidak menerapkan keselamatan kerja dengan baik. Namun, dikatakan Kapolres bahwa saat kejadian memang sering terjadi hujan lebat.

Sehingga pihaknya belum bisa memastikan penyebab kejadian tersebut dan akan melakukan pemeriksaan terhadap semua pihak.

Dijelaskannya, dari data yang diterima olehnya, ada empat orang pekerja PT. KIM yang tertimbun longsoran tambang batu bara. Dua dari empat orang korban meninggal ditempat dan dua korban lainnya mengalami luka.

“Total 4 korban, 2 meninggal dunia, 1 luka patah kaki dan 1 luka ringan,” jelasnya.

Kapolres juga menerangkan, satu diantara empat orang yang tertimbun, baru bisa dilakukan evakuasi dihari berikutnya, karena terkendala cuaca hujan yang akan kembali turun.

“Satu orang korban ditemukan dua jam setelah tertimbun dalam keadaan meninggal, dan satu orang baru ditemukan pada hari berikutnya, Kamis (10/9) juga meninggal,” terangnya.

Hingga saat ini, Polres Bungo akan akan melakukan pengumpulan data dan pemeriksaan terhadap saksi dilapangan, mereka juga akan mengkaji SOP keselamatan para pekerja di area tambang. (*)