Selain Terima Fee 6 Juta Per Alat, Oknum Ketua Karang Taruna Aur Cino Diduga Jadi Kaki Tangan Bos PETI dari Jambi

SUARA BUNGO – Banyaknya alat berat yang bekerja melakukan penambangan ilegal di Kabupaten Bungo membuat para pengusaha dari berbagai daerah berlomba untuk bermain PETI diantaranya ada nama Aldo warga tionghoa dari Jambi yang dikabarkan memiliki 2 unit alat berat yang beroperasi di Dusun Aur Cino, Kecamatan Bathin III Ulu, Kabupaten Bungo.

Keberadaan alat berat milik Aldo Jambi di Aur Cino menurut informasi sudah cukup lama dan saat ini dipercayakan kepada Nanang untuk menjadi pengawas alat Aldo Jambi dengan merek XCMG dan Hitachi.

Kepada wartawan suarabutesarko.com, narasumber inisial RK mengatakan, bahwa tidak hanya Nanang yang menjadi kepercayaan Bos PETI dari Jambi tersebut, namun nama oknum Ketua Karang Taruna Dusun Aur Cino juga senter disebut sebagai kaki tangan bos PETI Jambi dan juga diduga menerima fee Rp6 juta dari beberapa alat berat yang beraktifitas di Aur Cino.

Baca Juga :  Diduga Dibekengi Oknum Anggota TNI, Tanah Milik Talis Dibeli Isi Oleh Salim Untuk Aktifitas Puluhan Dongfeng

“Pengurus dan kaki tangan Bos PETI Jambi ada Nanang dan Hardi yang saat ini menjadi oknum Ketua Karang Taruna Dusun Aur Cino,” ujar narasumber yang berinisial RK.

Menurut narasumber, alat berat milik Aldo Jambi yang ada di Aur Cino bekerja di Batang May dan nama sungai kecil tempat mencari emas ilegal adalah Sungai Ginseng.

“Yang merek Hitachi milik Aldo Jambi posisinya ada di Sungai Ginseng,” terang Narasumber kepada wartawan.

Berdasarkan investigasi awak media dilapangan, bahwa alat berat milik Aldo Jambi pada awalnya masuk ke Kabupaten Bungo khususnya wilayah Aur Cino melalui salah satu warga Pasar Muara Buat yakni Pendi (Bang Pen). Hanya saja saat ini hubungan antara Aldo Jambi dengan Fendi dikabarkan kurang harmonis dan alat berat tersebut dikabarkan dipercayakan kepada oknum Ketua Karang Taruna Dusun Aur Cino, sementara pengawasnya masih tetap Nanang.

Baca Juga :  Brigpol Maidani Selesaikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Lubuk Landai

“Sebelum Ketua Karang Taruna Aur Cino, ada bang Pen yang menjadi pengurus alat berat Aldo Jambi di Aur Cino. Sekarang kabarnya nama Pendi tidak ada lagi dan semua alat sepenuhnya dipercayakan kepada mereka berdua,” ujar narasumber lagi.

Terpisah, pengawas alat berat Aldo Jambi yang bekerja di Aur Cino, Nanang ketika dihubungi wartawan dan ditanyakan berapa alat berat yang diawasinya, dirinya tidak menyebutkan jumlahnya namun hanya menjawab bahwa saat ini kondisi sedang macet.

Baca Juga :  Bantu Warga yang Sakit Paru-paru, Pemuda dan Pemudi 4 Desa Sungai Tutung Galang Dana

Sementara itu, banyaknya alat berat yang bekerja mencari emas dan merusak alam di Aur Cino membuat kepercayaan terhadap pemberantasan PETI di Kabupaten Bungo hanya isapan jempol. Beberapa warga mengaku heran kenapa alat berat yang masuk ke Aur Cino semakin hari semakin bertambah banyak.

“Razia terus dilakukan oleh Satgas PETI, namun kenapa di Aur Cino masih banyak alat berat yang bekerja merusak alam, salah satunya adalah alat berat milik Aldo Jambi yang saat ini memiliki dua unit alat berat,” ujar salah satu warga dan berharap kepada bapak Kapolres Bungo yang baru bisa menjaga dan merawat alam di Kabupaten Bungo dengan membasmi PETI sampai tuntas. (tim)