Peluang Menulis Libur Sekolah Karena Corona

SUARA ARTIKEL – Wabah virus Covid-19 atau virus corona telah menyebar ke berbagai penjuru dunia, virus corona berasal dari kota Wuhan, China menyebabkan korban jiwa yang berjumlah masing-masing negara berbeda-beda. Virus corona menyebabkan gangguan pada pernapasan akut sehingga berdampak kematian.

Indonesia yang sebelumnya dipertanyakan/diragukan oleh WHO tentang kemampuan untuk mendeteksi terjadinya penyebaran virus namun belum ditemukan padahal peralatan medis yang digunakan adalah peralatan yang terstandarisasi oleh WHO sendiri, tapi belum ditemukan kasus Covid-19 (Kemenkes, Antara News.Com, 20 Pebruari 2020), bisa jadi memang pada saat itu virus memang benar-benar belum sampai ke Indonesia penyebarannya sedangkan negara tetangga sudah melaporkan hasil pendeteksian melalui uji labatorium kepada dewan PPB organisasi yang membidangi kesehatan (WHO), saat ini setelah negara Indonesia mulai ada korban bagaimana tanggapan WHO? yang selama ini menganggap atau meragukan keilmuan tenaga medis Indonesia.

Negara-negara maju terkadang menggap dirinya paling super segala-galanya, sehingga memandang remeh negara lain, seolah-olah tidak mampu mendeteksi suatu penyakit yang sedang menjangkiti di banyak negara.
Berkaitan dengan covid 19 yang sedang marak di Indonesia menyebabkan berbagai aktivitas banyak dibatasi, mulai bekerja dari rumah, menghindari dan membatasi pada pertemuan banyak orang sampai belajar dirumah, sekolah diliburkan, pembelajaran on line atau elearning yang dapat dilakukan dimanapun siswa berada, libur yang diintruksikan sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Semua kejadian akan ada hikmahnya, salah satunya adalah PT. Telkomsel memberikan kuota akses internet gratis 30 GB selama satu bulan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan generasi muda di Indonesia, generasi muda diharapkan tidak akan ketinggalan pelajaran karena dapat memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang bisa diakses dari rumah, terutama ruang guru.

Baca Juga :  Demokrat Dorong Syaiful Acik Bilal Maju di Pilkada Bungo

Menyikapi hal tersebut berarti siswa banyak memiliki waktu luang, waktu luang ini dapat di manfaatkan untuk beraktivitas selain belajar namun juga dapat dimanfaatkan untuk menulis, menulis berbagai macam tulisan baik opini, puisi, cerpen dan novel maupun essai. Waktu luang yang ada hendaknya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal positif untuk mendukung gerakan literasi nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Literasi bukan sekedar membaca dan menulis saja, kemampuan untuk menuangkan ide-ide kreatif sesuai dengan hobinya masing-masing. Bekerja dengan hobi sangat menyenangkan dan menghindari rasa jenuh, bekerja dengan hobi menjadikan pekerjaan tersebut menjadi ringan serta menjadi mudah. Jika saja, seluruh yang ada di Indonesia dalam satu bulan ini berkarya, baik menulis puisi, cerpen, novel dan karya lainnya, berapa banyak yang dapat dihasilkan semasa libur sekolah dan belajar dari rumah ini.

Mari menggali dan mengasah potensi diri yang ada dalam setiap individu, setiap orang memiliki potensi yang luar biasa, jika di gali dengan baik potensi yang terpendam selama ini bukan tidak mungkin dari sekian juta siswa yang ada di seluruh pelosok tanah air akan muncul penulis-penulis hebat, penulis terkenal sehingga menjadi tolak ukur dan daya saing bangsa dapat diwujudkan.

Gerakan menulis buku Indonesia (GMB-Indonesia) sebagai wadah bagi para calon penulis muda yang kalau disekolah di kenal gerakan sekolah menulis buku (GSMB) yang banyak di ikuti oleh mayoritas atau 33 provinsi di Indonesia. Gerakan sekolah menulis buku (GSMB) merupakan suatu program pengembangan pengetahuan, kompetensi, pengembangan karakter dilakukan secara bertahap terpadu serta berkelanjutan dengan membudayakan literasi bagi generasi muda. Dengan memiliki kemampuan literasi bagi generasi muda menjadi modal dalam memperkuat rasa nasionalisme, karena dengan memahami literasi terutama literasi budaya dan kewargaan merupakan bagian dari 6 (enam) literasi dasar.

Baca Juga :  STANDAR MINIMIMAL PELAYANAN DI SMP KABUPATEN BUNGO

Setiap sekolah yang ada sepengetahuan penulis di tingkat SLTA telah dilakukan kegiatan literasi bagi siswa dan siswi minimal 15 menit untuk literasi, yaitu membaca berbagai buku dan selanjutnya siswa di minta untuk membuat rangkuman dan mempresentasikan atau memaparkan satu persatu hasil ringkasan yang di baca dari buku tersebut. Melalui cara seperti ini untuk menumbuhkembangkan minat baca siswa serta meningkatkan prestasi belajar.

Sangat disayangkan jika yang sudah bagus dilakukan oleh sekolah dan membudayakan membaca, hasil semua intisari yang sudah dibaca tidak dituangkan dalam bentuk tulisan. Oleh karena itu mementum yang sangat baik ini hendaknya dapat di manfaatkan secara maksimal oleh siswa dan siswi seluruh pelosok tanah air Indonesia. Hasil literasi siswa selama ini dapat di jadikan inspirasi untuk menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan, karya tulis ini bisa berupa puisi, cerpen atau novel yang dapat ikut sertakan dalam lomba, saat ini masih ada waktu untuk mengirimkan naskah sampai bulan Mei 2020 yang diadakan oleh gerakan menulis buku Indonesia (GMB-Indonesia).

Festival Literasi Nasional 2020 yang dilaksanakan oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) acara puncaknya tanggal 12 Maret 2020 di Surakarta, Jawa Tengah merupakan ajang kreativitas untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan bagi pendidik (guru dan dosen) mahasiswa, pelajar, komunitas. Tulisan tulisan dapat berupa puisi, cerpen dan novel serta buku baik buku fiksi maupun non fiksi. Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMBI) yang menjadi salah satu mitra resmi Gerakan Literasi Nasional Kemendidbud RI (https://gmb-indonesia.com/program).

Baca Juga :  Jual Beli Aman? Khiyar Solusinya

Penulis juga merupakan nominator Adi Acarya Award 2019, dari 2 (dua) buku yang penulis daftarkan dalam sayembara menulis buku dengan judul “Analisis Data dengan SPSS Mudah” dan “ Administrasi Pemerintahan Desa bidang penatausahaan” Penulisan buku ini di dasari oleh kondisi di daerah penulis yang serba terbatas untuk mendapatkan buku terutama buku tentang olah data statistik untuk penelitian kuantitatif, buku ini penulis susun berdasarkan pengalaman mengampu mata kuliah metodologi penelitian, selanjutnya buku administrasi pemerintahan desa di dasari oleh temuan dilapangan, bahwa desa banyak yang tidak lengkap buku regristrasi yang harusnya dimiliki oleh desa dalam menjalankan aktivitas pemerintahan desa. Harapan penulis semoga buku sederhana ini dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan semoga memberikan kontribusi meskipun hanya sedikit (buku masih revisi di penerbit dan proses ISBN).

Untuk seluruh siswa tidak harus menulis buku non fiksi, tapi buku fiksi juga menjadi suatu yang membanggakan dan banyak memperoleh penghargaan pada ajang gerakan sekolah menulis buku. Nanti pada giliranya juga akan sampai untuk menulis buku non fiksi bersamaan dengan pengalaman dan kompetensi yang di miliki serta di sesuaikan dengan bidang dan keahliannya masing-masing.

Penulis : Tarjo, S.Sos., M.AB
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo