SUARA BUNGO – Meskipun polisi berhasil menangkap 6 orang pekerja PETI Lobang Tikus yang diduga anak buah Januri, Rabu (22/07/2026) kemarin, namun hal tersebut tidak membuat bos – bos Lobang Tikus di Limbur Lubuk Mengkuang jera atau takut.
Penangkapan terhadap 6 orang pekerja PETI Lobang Tikus beberapa waktu lalu sempat mencuri perhatian masyarakat Bungo, karena sampai saat ini pemilik lobang tikus atau bos besarnya yakni Januri belum juga berhasil ditangkap dan diduga pekerja – pekerja tersebut dijadikan tumbal agar Januri bisa selamat.
Kepada wartawan, salah satu warga mengaku heran kenapa polisi hanya menangkap pekerja – pekerja lobang tikus saja, sementara sampai saat ini pemilik atau pemodal lobang tikus belum tersentuh hukum atau tidak ditangkap.
“Kasihan dengan para pekerja yang ditangkap polisi, sementara pemodal atau bos nya tidak ditangkap. Pekerja – pekerja itu merantau dari Jawa dan sekarang jadi tumbal untuk mengamankan pemodal lobang tikus,” ujar salah satu warga Limbur Lubuk Mengkuang yang meminta namanya tidak disebutkan dalam berita ini.
Jika pemberantasan PETI Lobang tikus benar-benar dilakukan, narasumber mengaku heran kenapa setelah razia masih banyak bos – bos Lobang Tikus di SP3 yang masih berani dan tancap gas melakukan aktifitas ilegal.
Ketika ditanya apakah lobang tikus di Limbur Lubuk Mengkuang masih ada yang beroperasi pasca razia yang dilakukan aparat penegak hukum beberapa waktu lalu, dirinya dengan tegas menjawab bahwa masih banyak lobang tikus yang aktif dan beroperasi sampai saat ini.
“Aktifitas lobang tikus memang sempat berhenti setelah razia, namun hanya beberapa hari saja. Saat ini banyak bos – bos PETI Lobang Tikus di Limbur sudah kembali bermain,” tuturnya pula.
“Pemodal lobang tikus di Limbur Lubuk Mengkuang cukul merasa aman karena apabila ada razia, polisi hanya akan menangkap pekerja – pekerja saja dan ini sudah terbukti dengan razia sebelum ini,” ujarnya pula.
Lantas ketika disinggung siapa saja yang masih nekat menjalankan aktifitas PETI lobang tikus di Limbur Lubuk Mengkuang, narasumber menyebutkan pemodal yang kembali tancap gas saat ini diantaranya adalah Juf, Ayub, dan Asparudin (Oknum Kepsek, red).
Disisi lain, ketika disebutkan nama – nama bos besar lobang tikus seperti Bagong Rimbo, Sorono, Toni Rimbo, Teteh Rimbo dan Prafto, menurut narasumber lobang tikus milik mereka saat ini belum beroperasi setelah pasca razia.
Narasumber juga berharap dan meminta kepada aparat penegak hukum untuk benar – benar menertibkan dan memberantas PETI Lobang Tikus di Limbur Lubuk Mengkuang dan jangan terkesan hanya seremoni saja sehingga bos – bos Lobang Tikus bisa diberantas sampai tuntas. (Tim)










