SUARA BUNGO – Air sungai Batang Senamat yang selalu keruh dan tak kunjung jernih membuat kekesalan dan kemarahan masyarakat yang selama ini terpendam nampaknya tidak bisa dibendung lagi.
Air sungai Batang Senamat yang selalu keruh membuat ratusan warga yang tergabung dalam gerakan massa “Jernihkan Aliran Sungai Batang Senamat” turun gunung menyusuri aliran sungai Batang Senamat, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, pada Sabtu (29/8/2026).
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, dalam penulusuran, warga menemukan satu unit alat berat jenis ekskavator merek Komatsu yang diduga digunakan untuk aktivitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) diwilayah Dusun Sekampil, Kecamatan Pelepat.
Warga yang telah lama geram dan kecewa melihat kerusakan lingkungan, pendangkalan sungai, serta air yang terus keruh akibat aktivitas ilegal tersebut, akhirnya membakar alat berat tersebut sebagai bentuk protes terhadap maraknya aktifitas – aktifitas ilegal yang marak di Kecamatan Pelepat.
Kepada wartawan, Hendra, salah satu warga Senamat ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, bahwa ratusan warga mulai bergerak sekitar pukul 09.00 Wib. Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan dipukul 11.30 Wib, warga berhasil menemukan satu unit alat berat beserta bok (asbuk) dan peralatan lainnya yang mendukung untuk kegiatan PETI di Dusun Sekampil.
“Masyarakat sudah terlalu lama menderita akibat PETI. Ratusan warga kompak turun dan berhasil menemukan alat berat yang diduga bekerja untuk PETI dan alat tersebut langsung dibakar massa,’ terangnya.
Ketika ditanya apakah hanya satu alat berat merek Komatsu yang ditemukan warga, dirinya menjawab selain Komatsu juga ditemukan satu alat berat lain, namun alat berat tersebut berada dalam kebun sawit warga dan tidak ada tanda-tanda adanya aktifitas PETI.
“Selain Komatsu, warga juga menemukan alat berat lain didalam kebun sawit warga, hanya saja didekat alat berat itu tidak ada peralatan – peralatan yang mendukung untuk aktifitas PETI,” ujarnya pula.
Lantas ketika ditanya apakah sudah diketahui siapa pemilik atau pemodal alat berat yang dibakar massa di dusun Sekampil, dirinya mengatakan, bahwa informasi yang beredar pemilik alat berat bukan orang Bungo.
“Beredar kabar yang punya alat itu orang Pekan Baru dan yang bersangkutan terjun langsung sebagai pemain PETI dan pengawasnya kabarnya orang Dusun Baru Pelepat,” bebernya.
Kepada wartawan dia juga menyebutkan, bahwa masyarakat Senamat berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera bertindak tegas menutup seluruh aktivitas PETI di Batang Senamat, dan memulihkan sungai yang telah rusak ini. (Tim)









