Setiap Tahun PT. KIM Raih Penghargaan Proper dari KLHK

234
Gubernur Jambi, Fachrori Umar serahkan Sertificate dari KLHK kepada PT. KIM, (ist)

SUARA BUNGO – PT Kuansing Inti Makmur (KIM) yang berada di site Tanjung Belit, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo ini ternyata setiap tahunnya memperoleh Sertificate Penghargaan Program Penilaian Kinerja Perusahaan di bidang Lingkungan (PROPER) dari pihak kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Gubernur H. Fachrori Umar saat berikan Sertificate Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) diberikan kepada PT. KIM periode 2018-2019, (ist)
Sertificate Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) diberikan kepada PT. KIM periode 2018-2019, (ist)

Terakhir, terpantau PT. KIM memperoleh sertifikat Biru dari KLH untuk yang kesekian kali sejak keikutsertaan program ini tahun 2013. Artinya PT. KIM masih berhasil mempertahankannya.

“Saat ini Kita sudah menuju go green, jadi tingkatannya dari merah, biru, hijau, emas,” ungkap Faried Setiawan humas PT. KIM.

Menurutnya penghargaan itu diberikan sebagai apresiasi terhadap perusahaan yang taat terhadap aturan, terutama terkait masalah Lingkungan Hidup.

“Semua itu didasari oleh standar penilaian kepatuhan terhadap peraturan, tim mereka (Kementrian LH) setiap tahun pasti turun melihat kinerja kita,” kata Faried.

Semisal, seperti masalah kegiatan peledakan (blasting), kata Faried, pihaknya telah menerapkan standar mutu sesuai dengan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dan regulasi SNI 7571:2010.

“Itu, dari ambang batas getaran yang ditetapkan pemerintah di angka 3 mm/det untuk kelas bangunan dengan pondasi pasangan batu bata dan adukan semen saja, saat ini kami hanya menggunakan rata–rata getaran 1 mm/det,” jelasnya.

Sedangkan untuk bangunan dengan pondasi pasangan bata dan adukan semen diikat dengan slope beton, regulasi meberikan baku tingkat getaran sebesar 5 mm/det. Kemudian menurutnya aktivitas blasting di KIM sudah dilakukan dengan jarak yang lebih jauh dari pemukiman masyarakat.

“Kita itu melakukan blasting sekarang di jarak 750 meter bahkan sampai lebih dari 1 km jaraknya dari pemukiman warga,” tambah Faried.

“Terkait dengan perbaikan rumah warga yang telah selesai dilaksanakan, itu adalah bentuk kepedulian perusahaan membantu perbaikan rumah warga dalam rangka untuk pembuatan data awal kondisi rumah. Sehingga kalau ada kerusakan pada saat ada kegiatan peledakan, maka kita akan menjadi lebih mudah untuk penyelesaian selanjutnya,” pungkasnya. (Oni)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini