oleh

Seribuan Domfeng Terdata, Cuma Seratusan Yang Dimusnahkan

SUARA BUNGO – Polres Bungo bersama tim reskrimsus, brimob polda jambi dan Pemda Bungo berhasil menindak 160 unit dompeng rakit yang beroperasi di empat dusun dalam Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo.

Alat PETI tersebut sebagian dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin chainsaw. Sebagian lagi mesinnya dirusak dan ada yang dibawa ke Mapolres Bungo untuk dijadikan barang bukti.

Operasi PETI tersebut dilakukan hanya berbentuk sosialisasi. Tak ada pelaku PETI yang mereka amankan. Selain itu, banyak rakit yang tidak tersentuh atau tidak dimusnahkan, melainkan cuma diberikan garis polisi saja.

Informasi yang dihimpun dilapangan, di Kecamatan Bathin II Babeko tersebut merupakan salah satu daerah terbanyak aktivitas PETI menggunakan rakit. Sedikitnya ada sekitar 1.050 unit dompeng yang terdata disana sepanjang aliran sungai batang tebo. Namun yang berhasil dimusnahkan aparat hanya 160 unit saja.

Kapolres Bungo, AKBP. M Lutfi saat Konferensi Pers meyebutkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di Kabupaten Bungo tanpa terkecuali.

Katanya, jika setelah operasi ini masih ada warga masyarakat Kabupaten Bungo yang berani melakukan aktifitas penambangan, maka akan dilakukan penindakan tegas.

“Kita akan tindak tegas. Semua jenis aktifitas PETI di Kabupaten Bungo akan kita tindak,” kata Lutfi, Rabu (14/7/2021) saat Konferensi Pers.

Dikatakan Lutfi, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal ini. Termasuk PETI dikawasan Batu kerbau dan wilayah lainnya.

“Ya akan kita tindak, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Konferensi Pers ini dilaksanakan diloby Mapolres Bungo, disana ada juga Bupati Bungo H. Mashuri, Dandim 0417/Bute, Kajari, Ketua DPRD, dan Ketua Pengadilan Negeri Muara Bungo.

Selanjutnya, Bupati Bungo, H Mashuri juga menyebutkan, bahwa pihaknya akan mengumpulkan semua Rio yang ada di Kabupaten Bungo guna untuk mendata dan juga memberikan solusi kedepannya seperti apa untuk para pelaku pekerja PETI tersebut.

Kata Mashuri, ada beberapa solusi nantinya yang akan diberikan kepada masyarakat pekerja PETI, diantaranya memberikan bibit jagung, padi, UMKM, ternak, latihan jahit dan lain sebagainya.

“Kita akan berikan solusi alternative kepada pekerja domfeng, agar mereka tidak lagi melakukan aktivitas yang merusak lingkungan itu,” pungkas Mashuri. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru