Sayuti Bersama Warga Bukit Kemang Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan ISRAN

SUARA BUNGO – Sayuti bersama warga Bukit Kemang Desak Polisi Tangkap para pelaku Tindak Pidana Pengeroyokan yang terjadi di Dusun Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi pada 15 November 2025 lalu.

Isran (43) selaku korban menjelaskan, bahwa dirinya yang merupakan mandor di PT. SKU sedang memanen buah sawit dikebun miliknya sendiri, dimana saat dirinya sedang memperbaiki sepeda motornya yang lagi rusak, korban didatangi oleh segerombolan security yang berlagak seperti preman yang berjumlah lebih dari 2 orang langsung memborgol dan memukul korban sehingga korban mengalami luka memar pada bagian wajah dan kepala.

Atas kejadian tersebut korban merasa telah dirugikan, selanjutnya pelapor datang ke SPKT Polres Bungo untuk membuat Surat Tanda Penerimaan Pengaduan Nomor : STPP/551/XI/2025/SPKT/Res Bungo, guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, Minggu sore (16/11/2025) sekitar pukul 15.00 Wib.

Baca Juga :  Aktivis Pecinta Lingkungan Soroti Maraknya PETI di Sungai Arang Karena Kurangnya Pengawasan Masyarakat dan APH

Selaku tokoh masyarakat Bukit Kemang dan Batang Uleh, Sayuti didampingi Ketua BPD dan Kepala Kampung Baru dengan nada keras menyatakan, bahwa aksi brutal dan tercela tersebut adalah preseden tidak wajar bagi masyarakat Bukit Kemang.

“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap warganya, kenapa diperlakukan seperti itu didalam kebun sawit miliknya sendiri yang berbatasan langsung dengan kebun milik PT. SKU. Perbuatan semacam ini tidak bisa ditolerir. Harus diusut tuntas dan para pelaku agar dihukum seberat-beratnya,” ujar Sayuti, Senin (17/11/2025) malam.

Sayuti menambahkan, bahwa mereka tidak akan tinggal diam begitu saja. Kasus ini akan terus dikawalnya hingga para pelaku diseret ke meja hijau.

Baca Juga :  Pj. Bupati Kerinci Asraf Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke XXVIII Tahun 2024

“Kami mengajak seluruh masyarakat Bukit Kemang untuk bersatu mengawal proses hukum ini. Negara tidak boleh tunduk pada arogansi oknum-oknum security PT. SKU yang berlagak sok preman yang menginjak-injak demokrasi,” ucapnya.

Nada kecamanan ini juga di amini oleh Ketua BPD dan kepala Kampung Baru Bukit Kemang. Mereka menyebutkan, bahwa kasus seperti ini adalah peringatan keras bagi semua pihak di PT. SKU bahwa kekerasan merupakan ancaman nyata bagi warga Bukit Kemang, pasalnya seorang mandor saja para Security tidak mengenalinya apalagi masyarakat biasa.

“Itu tandanya segerombolan Security di PT. SKU itu merupakan bukan warga Kabupaten Bungo. Kami mengecam keras tindakan kekerasan, intimidasi, hingga terjadi pengeroyokan terhadap Isran yang merupakan seorang mandor dan juga warga Bukit Kemang. Negara kita ini tidak boleh kalah oleh arogansi sekelompok orang yang semena-mena tanpa menanyakan dulu siapa dia dan apa kesalahannya,” kata Sayuti dengan lantang.

Baca Juga :  Warga Sungai Mengkuang Diduga Timbun BBM Solar Subsidi, APH Diharap Segera Bertindak

Sayuti juga menegaskan, bahwa komitmen dirinya untuk mengawal kasus ini hingga para pelaku diproses hukum. Mereka mendesak agar kepolisian bergerak cepat, melakukan pengusutan menyeluruh, menangkap, dan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

“Kami minta kepada Kapolres Bungo agar ?penegakan hukum yang adil dan transparan mutlak dilakukan. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang dipukuli hanya karena menjalankan tugas yang seperti segerombolan preman. Jika hukum lemah, maka demokrasi kita benar-benar runtuh,” pungkasnya. (Tim)