SUARA BANGKO – Di anggapa tidak ada azas keadilan dan pemerataan dalam pembangunan di kabupaten Merangin, terutama dalam pembangunan insfrastruktur pembangunan jalan yang menurut mereka (pengunjuk rasa) tidak ada azas keadilan.
“Merangin saat ini sudah tidak ada lagi keadilan,” ungkap Beni Rostandi korlap aksi demo dalam orasi nya.
Namun kedatangan para mahasiswa dan pemuda Tabir Barat, senin (17/6/2019) mau berdialog langsung dengan bupati Merangin Al Haris untuk berkomunikasi dan audiensi tidak semulus yang di harapakan.
Para peserta aksi tertahan di gerbang satu masuk kantor bupati Merangin dan di kawal oleh Satpol PP Merangin.
“Kami kecewa dengan bapak bupati, kami mau ketemu kenapa di halangi oleh Satpol PP,” ungkapnya.
Sampai berita ini diturun kan aksi masih berlanjut dengan negosiasi peserta aksi di persilakan masuk dam diterima oleh Bupati Merangin Al Haris saat ini masih berlangsung.(mjb)










