Pjs Bupati Bungo Ungkap 9 Keberhasilan Mashuri-Apri Saat Perayaan HUT Bungo ke-55

SUARA BUNGO – Pjs Bupati Bungo, Akhmad Bestari, turut menghadiri Syukuran Peringatan HUT Kabupaten Bungo ke-55 tahun 2020, di Ruang Rapat utama DPRD Bungo, Senin (19/10/2020).

Kegiatan Syukuran yang dilaksanakan dengan sederhana tersebut, turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bungo cuti diluar tanggungan negara, H. Mashuri dan H. Safrudin Dwi Apriyanto, Sekda Bungo Drs. Mursidi, Para Kepala OPD dan Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Bungo.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Bungo, Akhmad Bestari menyampaikan ucapan Dirgahayu Kabupaten Bungo ke-55, semoga bertambah usia, terus tercipta sinergi antara Pemerintah bersama Dewan dan elemen masyarakat.

“Acara syukuran ini kita laksanakan secara sederhana, mengingat pandemi Covid-19 yang masih mewabah, namun demikian kesederhanaan tidak mengurangi arti penting dari HUT ke-55 Kabupaten Bungo, semoga wabah ini cepat berlalu,” ungkap Akhmad Bestari.

Disebutkan Bestari, di usia genap ke-55 tahun, Kabupaten Bungo telah banyak pencapaian era kepemimpinan Bupati H. Mashuri dan Wakil Bupati H. Safrudin Dwi Apriyanto.

Setidaknya ada sembilan keberhasilan yang disampaikan Ahmad Berstari pada acara yang dikemas dalam bentuk syukuran tersebut. Pertama, di bidang Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM yang merupakan akumulasi dari pencapaian kinerja pembangunan bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi itu Kabupaten berada pada angka 69,86. Atau urutan ke-4 kabupaten/kota Se-Provinsi Jambi.

Baca Juga :  H Mukti Tandatangani Hibah Barang Milik Negera Sekaligus Usulan Optimalisasi dan Pengembangan Perumda Tirta Merangin 2025

Kedua, dari sisi pendapatan perkapita. Di usia ke 55 tahun, atau terhitung akhir 2019 pendapatan perkapita mencapai Rp52,448 juta. Jumlah itu naik dari tahun 2018 yang hanya Rp50,351 juta.

Ketiga, Indeks Gini tahun 2019 berada pada angka 0,32. Angka tersebut merupakan salah satu wujud keberhasilan Kabupaten Bungo dalam rangka mengurangi ketimpangan pendapatan. Karena angka tersebut masuk ke dalam kategori ketimpangan rendah.
Sejalan dengan kondisi tersebut, maka terjadi penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Bungo sebesar 0,18 persen sampai dengan tahun 2019.

Ke empat, Kabupaten Bungo era Mashuri-Apri berhasil mengendalikan angka implasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2019, angka inflasi Kabupaten Bungo berada pada 2,61 persen.

Padahal tahun 2018 angka implasi sebesar 4,25 persen. Atas keberhasilan itu pula Pemkab Bungo mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia sebagai TPID nominasi terbaik dan penghargaan dari Gubernur Jambi sebagai TPID terbaik tingkat Provinsi Jambi.

Baca Juga :  Sinsen Berikan Layanan Khusus di Hari Pelanggan Nasional 2018

Kelima, Pemerintah Kabupaten Bungo era Mashuri-Apri juga berhasil mendapatkan predikat B pada tahun 2019 atas prestasi dalam Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. Itu setelah dianggap konsisten mempedomani Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Keenam, dari sisi pelaporan keuangan, Pemerintah Kabupaten Bungo era Mashuri-Apri mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, tahun 2018 dan 2019.

Ke tujuh, pemerintahan era Mashuri-Apri juga berhasil mensinergikan program pembangunan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bungo. Termasuk berhasil menjalankan program pemberdayaan dengan program Gerakan Dusun Membangun (GDM). Dampaknya, sampai saat ini terdapat 28 Dusun maju di bumi langkah serentak limbai seayun. Padahal tahun 2016 lalu hanya terdapat 1 dusun maju.

Ke Delapan, di bidang pelestarian lingkungan. Melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di tingkat dusun berhasil mendapat perhatian dari dunia internasional. Sehingga 5 dusun di Kecamatan Bathin III Ulu mendapat insentif sebesar Rp1 Milyar melalui skema Community Carbon. Itu merupakan bagian dari kerjasama dengan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI guna membangun system data base yang dikenal dengan sebutan aplikasi Potensi Ruang Mikro (PRM)atau Dusun Online.

Baca Juga :  Asagri Gagas Gerakan #1JutaOrangBaik Untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Sistem tersebut merupakan bagian dari inovasi daerah yang digunakan untuk mendukung penyusunan perencanaan pembangunan di tingkat dusun.

Ke Sembilan, pada moment HUT Ke-55 Kabupaten Bungo juga berhasil meluncurkan (launching) aplikasi Potensi Ruang Mikro (PRM) atau Dusun Online. Saat ini baru dilakukan dalam bentuk pilot project di 9 dusun dalam Kecamatan Bathin III Ulu.

Selain itu, Ia juga berharap dukungan dari Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi Republik Indonesia. Aplikasi ini akan digunakan untuk mendukung perencanaan pembangunan di dusun lainnya dalam Kabupaten Bungo.

“Syukuran HUT ke- 55 ini kita harapkan bisa membawa Kabupaten Bungo kearah yang lebih Maju dan Sejahtera,” pungkasnya. (Oni)