Pakar Pidana Sebut, Restorative Justice Tepat Untuk Pengguna Narkoba

SUARA JAKARTA – Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengapresiasi keluarnya Pedoman Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Penanganan Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Melalui Rehabilitasi dengan Pendekatan Keadilan Restoratif Sebagai Pelaksanaan Asas Dominus Litis Jaksa.

“Pedoman tersebut sangat baik dan bisa menjadi acuan bagi penuntut umum dalam optimalisasi penyelesaian penanganan tindak pidana penyalahgunaan narkotika melalui rehabilitasi dengan pendekatan keadilan restoratif,” kata Suparji dalam keterangan pers-nya, Senin (8/11/2021).

Baca Juga :  Blusukan Lagi, Anak Jantan dan Anak Batino Rio Mangku Bumi Siap Mencoblos Fikar-Yos

Menurutnya, terobosan Jaksa Agung dapat menyelesaikan over kapasitas Lapas. Nantinya, dia berharap agar yang diselesaikan dengan pidana penjara hanya para bandar saja, bukan pengguna.

“Jika ada bandar, maka tidak bisa diselesaikan dengan keadilan restoratif. Harus diberi pidana penjara, agar dapat memberi efek jera dan kasih pelajaran bagi bandar-bandar lainnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Ini Kata Wabup Hairan Terkait Persiapan Jadi Tuan Rumah MTQ Ke-50 Provinsi Jambi

Suparji juga menilai, Kejaksaan dalam melakukan restorative justice perlu SDM yang tahu persis pemetaan perkara narkotika dan SDM yang berintegritas.

DIa menekankan, keadilan restoratif tidak boleh dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Masuk 4 Besar Nasional, Jambi Terima Anugerah Tanda Cinta PAI 2025 dari Kemenag

Suparji berharap, pedoman yang dikeluarkan Jaksa Agung bisa diimplementasikan dengan baik, penuh rasa tanggung jawab dan tidak melakukan perbuatan tercela dalam penerapannya.

“Kejaksaan jangan ragu untuk menindak tegas setiap oknum Kejaksaan yang mencoba menciderai maksud dan tujuan dikeluarkannya pedoman dimaksud,” pungkasnya. (*)