Miris, Kakek Tuna Rungu di Kerinci Ini Tinggal di Gubuk Terpal

SUARA KERINCI – Seorang kakek yang tengah asyik bersantai di gubuk tiba-tiba menengok keluar ketika ada yang mendatangi kediamannya. Wajahnya menunjukkan kepasrahan hidup. Kakek yang merupakan seorang penyandang tuna rungu itu bernama Seh Ba’i.

Seh Ba’i tinggal sebatang kara di Gubuk yang terbuat dari terpal itu, tepatnya di desa Pancuran Tiga, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Betapa tidak terharu kita jadinya, dengan usia yang menginjak sekitar 79 tahun, Seh Ba’i harus tinggal di Gubuk mungil dengan ukuran tidak lebih dari 2 × 2 meter, dengan tinggi kurang dari 150 centimeter, itu pun berdinding dan beratap terpal tipis yang seketika bisa roboh kalau ditiup angin kencang.

Baca Juga :  Buka MTQ Tingkat Kecamatan Depati 7, Bupati Adirozal: Ajang Evaluasi dan Seleksi Kafilah

Yang lebih memprihatinkan lagi, gubuk tersebut berdiri di atas tanah yang bukan miliknya, tepatnya di pinggir parit yang sewaktu-waktu ketika musim hujan tiba debit airnya sangat besar dan parit tersebut diketahui juga merupakan langganan banjir bandang oleh warga setempat, itu artinya gubuk dan kakek tersebut bisa saja terbawa arus.

Baca Juga :  Sekda Sudirman Buka Musyawarah IPSI Periode 2022-2026

Bukan itu saja, dalam gubuk tersebut kita juga tidak bisa berdiri secara bebas dan hanya bisa duduk, kalau duduk pun kita tidak bisa serta-merta untuk meluruskan kaki karena sempitnya ruangan didalam Gubuk tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Tanjabbar Gelar Upacara Peringatan HAORNAS ke-39 Tahun 2022

“Beliau perlu perhatian dan sangat berharap bantuan dari warga setempat, dan yang terpenting adalah dari Pemkab Kerinci. Karena untuk makan sehari-hari beliau hanya menunggu uluran tangan dari warga dan keluarga,” ujar Putra Jaya salah seorang warga.

Sementara itu, awak media kesulitan untuk mewancarai Seh Ba’i, karena beliau merupakan penyandang tuna rungu. (ndy)