Marketing Politik Bauran Era Pandemi COVID-19

SUARA ARTIKEL – Pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 sebanyak 270 wilayah yang terdiri dari 9 provinsi 224 kabupaten dan 37 kota di Indonesia (www.kompas.com 5/12/20). Konsep pemasaran, bauran pemasaran (Marketing Mix) yang dikenal dengan p4 (Product, Price, Place dan Promotion) menjadi strategi untuk memenangkan persaingan.

Produk berkaitan dengan figur calon kandidat menjadi pertimbangan bagi para pemilih, bagaimana persepsi tentang tokoh-tokoh, price atau harga persepsi pemilih menilai akan program-program yang telah dijalankan menjadi catatan dalam benaknya, place bagaimana pemilih mempersepsikan asal daerah dari para kandidat sedangkan promosi menjadi saluran informasi dalam menyampaikan atau mengkampanyekan program kerja yang ditawarkan agar dapat dipahami dengan baik melalui media sosial.

Baca Juga :  Menggali Makna dan Hakekat Ramadhan

Hasil penelitian Wisnu Prastyo Utomo dalam Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 17 No.1 Juli 2013 yang mengkaji tentang rahasia kemenangan Jokowi-Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI 2012 yaitu dengan menggunakan media sosial. Suasana pandemi COVID-19 semua pembelajaran dilakukan secara daring dengan memanfaatkan media sosial meskipun banyak terjadi kendala yang masing-masing berbeda. Namun berbeda halnya untuk mempromosikan suatu produk bahkan program-program para kandidat dalam PILKADA menjadi lebih efektif. Dengan kemajuan teknologi saat ini media sosial memiliki pengaruh yang besar dalam membentuk persepsi masyarakat, karena segala informasi diperoleh dengan mudah dan cepat.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Serahkan Musholla Pribadi ke Warga

Begitu juga dengan informasi dari masing-masing kandidat setelah dilakukan debat secara langsung baik untuk pemilihan gubernur maupun bupati beberapa waktu yang lalu, akan lebih memantapkan dalam menentukan pilihannya pada hari H. Menyaksikan langsung maupun memutar ulang rekaman pada saat debat, tentu ini dapat merubah persepsi sebelumnya tergantung dari yang tangkap dan dipahami dari materi yang disampaikan.

Marketing politik bauran mampu menjadi strategi baru dalam memenangkan PILKADA dan menjadi role model di Indnesia. Media sosial jika dimaksimalkan menjadi media promosi yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi karena mudah diakses oleh siapapun. Media sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan saat ini, menjadi media dalam pembelajaran politik terutama bagi pemilih pemula, berbagai komunitas yang sangat mengutungkan.

Baca Juga :  Efrin, Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Taman Hijau Bungo Resmi Ditahan

Marketing politik bauran akan membentuk brand image yang akan selalu diingat oleh masyarakat, jika para kandidat dengan brand image baik ditengah-tengah masyarakat serta didukung oleh experience (pengalaman) masyarakat maka tidak ada yang mustahil untuk mencapai apa yang diharapkan dari pesta demokrasi ini. Semoga bermanfaat.

Penulis: Tarjo, S.Sos., M.AB
Dosen STIA Setih Setio Muara Bungo