MAN 1 Bungo Wajibkan Siswa Bayar Uang SPP Rp100 Ribu Per Bulan

SUARA BUNGO – Sebagai sekolah agama yang berstatus Negeri, siswa – siswa MAN 1 Bungo ternyata diwajibkan membayar uang SPP setiap bulan sebesar Rp100.000,-.

SPP yang diberatkan kepada para siswa MAN 1 Bungo ini sudah lama dikeluhkan oleh orang tua siswa, namun pihak sekolah tidak menggubris keluhan tersebut dan dengan menjual nama Komite mewajibkan ratusan siswa untuk membayar iuran SPP tersebut.

Beberapa siswa yang saat ini menuntut ilmu di MAN 1 Bungo mengaku heran dan tidak bisa berbuat apa – apa dan mereka secara terpaksa membayar uang SPP bulanan kepada wali kelas mereka.

Baca Juga :  Brigpol Maidani Buka Bersama Alumni MAN 1 Bungo Angkatan 2004

“Untuk SPP seratus ribu setiap bulan pak. Jika tidak dibayar maka akan ada sanksi yang akan diterima oleh siswa,” ujar beberapa siswa, ketika diwawancara wartawan, Sabtu (01/11/2025) kemarin.

Siswa – siswa MAN 1 Bungo juga meminta agar pihak terkait seperti Bupati Bungo, Kemenag Bungo atau Kakanwil Jambi untuk menolong mereka dengan menghapus ketentuan pihak sekolah yang mewajibkan siswa – siswa membayar SPP bulanan.

Baca Juga :  Wow !!! Oknum di SMAN 1 Bungo Diduga Pungut Iuran Komite Rp83 Juta Setiap Bulan

“Untuk meringankan beban masyarakat, Bupati Bungo bisa memberikan baju gratis, namun kenapa kami di MAN 1 Bungo harus bayar SPP setiap bulan. Nampaknya sekolah negeri di bungo ini gak ada lagi yang gratis,” terang para siswa.

Dengan kondisi ekonomi saat ini, beberapa siswa mengaku kasihan dengan orang tua mereka yang pusing memikirkan uang SPP setiap bulan, sementara sekolah dimana mereka menuntut ilmu merupakan sekolah negeri yang juga merupakan salah satu sekolah ternama di Kabupaten Bungo.

Baca Juga :  Bupati Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan PROPEMPERDA Tanjabbar Tahun 2023

“Kenapa sekolah negeri masih pake SPP. Orang tua kami bukan orang kaya, uang seratus ribu itu sangat berarti jika digunakan untuk kebutuhan keluarga,” terang beberapa siswa.

Terpisah, kepala sekolah MAN 1 Bungo ketika dikonfirmasi wartawan terkait keluhan adanya SPP yang harus dibayar setiap bulan oleh para siswa, belum bisa dihubungi. Ketika dikirim pesan singkat lewat WhatsApp, pesan yang dikirim tidak ada balasan hingga berita ini diterbitkan. (tim)