Kurang Dari 24 Jam, Polres Bungo Berhasil Tangkap Bripda Waldi Pelaku Pembunuh Oknum Dosen IAK SS Muara Bungo

SUARA BUNGO – Kasus pembunuhan tragis terhadap salah seorang Dosen cantik Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAK SS) Muara Bungo) Hj. Erni Yuniati, M. Kep akhirnya terungkap.

Belum sampai 1 kali 24 jam, tim gabungan Satreskrim Polres Bungo bersama Polres Tebo berhasil mengamankan pelaku yang ternyata merupakan oknum anggota polisi bernama Bripda Waldi, Minggu (2/11/2025).

Saat Konferensi Pers di Mapolres Bungo yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono didampingi Wakil Bupati Bungo H. Tri Wahyu Hidayat serta jajaran Satreskrim Polres Bungo.

Dikatakan Kapolres, bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan, dapat dipastikan pelaku pembunuhan dan dugaan pemerkosaan terhadap korban merupakan anggota polisi aktif yang berdinas di Polres Tebo.

“Pelaku merupakan oknum polisi aktif bernama Bripda Waldi. Saat ini pelaku telah kami amankan di Mapolres Bungo dan sedang menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap Kapolres Bungo, Minggu sore (2/11/2025).

Baca Juga :  Diduga Pesta Sabu, Oknum Dokter Bersama Istri Dibawa Ke Polda, 5 Tersangka Lain Dilimpahkan Ke Polres Bungo

Kapolres Bungo juga menyampaikan, bahwa hasil autopsi di RSUD Hanafie Muara Bungo menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada wajah, kepala, bahu, dan leher korban, serta indikasi kuat adanya kekerasan seksual. Atas temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban diduga diperkosa terlebih dahulu sebelum dibunuh.

“Kami sebagai institusi Polri tidak akan mentolerir pelanggaran hukum sekecil apapun, apalagi pelakunya anggota polri. Kapolda Jambi telah memerintahkan kami agar kasus ini ditangani secara profesional dan transparan,” beber AKBP Natalena Eko Cahyono.

Masih dikatakan Kapolres, bahwa dari hasil penyelidikan mendalam, penyidik menemukan keterlibatan langsung oknum anggota Polri bernama Bripda Waldi (22) yang berdinas di Polres Tebo. Setelah dilakukan interogasi, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya tersebut.

Motif sementara diduga dipicu oleh masalah pribadi dan hubungan asmara antara pelaku dan korban. Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami kemungkinan adanya motif lain dibalik pembunuhan sadis tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Zero Narkoba, Polres Bungo Berhasil Tangkap 4 Orang Pengedar Ekstasi di Tempat Karaoke Phoenix

Dalam kasus ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting dari tangan pelaku, beupa 1 unit mobil Honda Jazz warna putih, 1 unit sepeda motor Honda PCX, dan 1 unit handphone iPhone.

“Semua barang bukti sudah kita amankan dan sedang dalam proses pemeriksaan laboratorium forensik untuk memperkuat pembuktian hukum,” tambahnya.

Kapolres Bungo juga menegaskan, bahwa pelaku akan dikenakan sanksi pidana dan etik berat, serta dapat dikenakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) jika terbukti bersalah.

“Kami jajaran Polres Bungo turut berduka cita atas meninggalnya almarhumah Hj. Erni Yuniati. Polres Bungo berkomitmen akan menegakkan keadilan. Tidak ada yang kebal hukum, siapa pun pelakunya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bungo H. Tri Wahyu Hidayat memberikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Polres Bungo atas kinerja cepat dan profesional dalam mengungkap kasus besar yang sempat mengguncang masyarakat Kabupaten Bungo ini.

Baca Juga :  Belasan Milyar Temuan Dana Desa Belum Dikembalikan, Bupati Diminta Bertindak

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bungo, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Bungo dan seluruh jajaran yang telah bekerja keras, cepat, dan profesional dalam mengungkap kasus ini. Ini bukti nyata komitmen Aparat Penegak Hukum dalam memberikan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat,” ujar Wabup Dayat.

Wabup Tri Wahyu Hidayat berharap agar kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan tetap menjunjung tinggi moralitas dalam bertugas.

“Kami sangat mendukung langkah tegas Polri untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan, dan semoga kedepan tidak ada lagi kasus serupa di Kabupaten Bungo,” tutupnya. (Oni)