SUARA KERINCI – Terkait Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Kerinci, dimana Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima ayam yang tak layak konsumsi, pihak penyalur BPNT mengakui hanya kesalahan teknis.
Pasalnya, pihaknya hanya sebagai penyalur barang yang datang kepada KPM. Bahkan, barang yang datang tak pernah sekalipun dibukak ulang agar tidak terjadi kesalahpahaman dari KPM.
Salah seorang penyalur BPNT di Kerinci, dikonfirmasi mengakui bahwa dirinya menerima barang BPNT berupa ayam pada Minggu (15/03/2020) sekira pukul 12.00 Wib siang, dan barang yang ia terima berjumlah Ratusan kantong ayam langsung habis dibagikan pada hari itu juga.
Bahkan saat barang berupa ayam itu datang, sampai habis. Tak satupun kantong yang ia buka, takut terjadi kesalahpahaman dari KPM yang curiga mereka menukarkan ayam.
“Itu dibuktikan dengan CCTV yang dipasang, jika perlu bukti, selain ayam juga dibungkus dalam plastik bening,” ujarnya.
Sehingga, jika memang terjadi temuan seperti yang dilaporkan. Maka, itu artinya kesalahan dari tempat lokasi pengambilan ayam, yang kemungkinan memberikan ayam yang sudah dipotong beberapa jam sebelum diserahkan kepada penyalur BPNT.
Namun sambungnya, hingga sejauh ini tidak ada yang komplain terkait itu terhadap dirinya.
“Kalau ada yang komplain, kita siap ganti, dan dengan meminta ganti ulang kepada pihak yang penyedia ayam,” tegasnya.
Sejauh ini dalam penyaluran, ia mengakui para penerima KPM merasa puas dengan pelayanan yang ia berikan. Bahkan beberapa Desa lain, ada yang ingin meminta pindah untuk pengambilan di e-warongnya.
“Yang kita salurkan, sampai 6 jenis, itu adalah upaya agar yang diberikan beragam, dan penerima benar-benar bisa memanfaatkan, e-warong kita berikan yang demikian,” sebutnya.
Terkait hal itu Eva, selaku yang menangani penyaluran BPNT di Dinsos, sudah turun kelapangan langsung kroscek disetiap E-Warong yang menyalurkan BPNT, bahkan kepada penerima KPM.
“Kita sudah kroscek, dan memberikan himbauan kepada E-Warong untuk berhati-hati dan lebih teliti lagi dalam menerima barang dan dalam melakukan penyaluran,” ujarnya. (ndy)










