SUARA BUNGO – Musyawarah pemilihan pegawai syarak di Dusun Lubuk Mayan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Bungo, Selasa (13/8/2019) yang lalu berujung keributan.
Dari keributan tersebut, Syafri (60) Ketua Masjid saat dijumpai awak media mengatakan, bahwa dirinya mengalami luka-luka akibat dikeroyok oleh sejumlah tokoh masyarakat Dusun Lubuk Mayan.
“Awalnya gara-gara beda pendapat antar peserta rapat, saya berupaya untuk melerai malah langsung di gebuk oleh H. Bustamal, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Dusun Lubuk Mayan,” ungkap Syafri.
Lanjut Syafri, bukan hanya H. Bustamal yang memukul dirinya, melainkan sejumlah koleganya juga ikut memukuli dirinya seperti Juret, ketua lembaga adat setempat, Rozali Kasi Pemerintahan Dusun, Cik Lung, dan Zulkarnaen ASN guru di SD Trans Sungai Lipai juga ikut memukul dirinya.
“Mereka yang ngeroyok saya, semuanya masih keluarga,” terang korban.
Beruntung, kala itu ratusan warga yang hadir langsung melerai, sehingga korban bisa di selamatkan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.
“Dipuskesmas sayo sudah di visum, dibersihkan lukonyo habis tu sayo langsung ke polsek Rantau Pandan bikin laporan, sempat duo hari sayo terkapar di rumah,” ungkap korban lagi.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bungo Iptu Dedi Kurniawan Susilo saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian ini, namun hingga kini ia belum mengetahui sampai dimana proses hukumnya.
“Belum ada saya dapat laporan dari Kapolseknya, nanti saya tanyai dulu,” ungkap Dedi via pesan WhatsApp. (SBS)









