Gawat, Pasar Malam Pandawa 2 di Bungo Nekat Beroperasi Tanpa Izin

SUARA BUNGO — Pasar malam Pandawa 2 yang beroperasi di KM 6 Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Bungo, mendapat sorotan tajam usai insiden salah seorang penumpang Bianglala terjepit dan nyaris terjatuh akibat permainan tersebut tiba-tiba berhenti.

Lebih parahnya lagi, pasar malam yang selalu dikunjungi oleh masyarakat Kabupaten Bungo setiap malam ternyata tidak memiliki izin operasional dari Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Porapar kabupaten Bungo.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Bungo, H. Zainuddin, dengan tegas mengatakan bahwa pasar malam tersebut tidak memiliki izin resmi.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Sapa Veteran Kerinci Usai Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77

“Kami pastikan, pasar malam Pandawa 2 ini tidak berizin. Pihak penyelenggara tidak pernah mengajukan izin kepada kami,” tegas Kepala Dinas Zainuddin, Senin (22/09/2025).

Keberadaan pasar malam Pandawa 2 yang secara terang-terangan berani beroperasi tanpa mengajukan izin kepada pihak terkait cukup disayangkan oleh pihak Dinas Porapar Kabupaten Bungo.

Tidak hanya masalah izin, ternyata tempa hiburan pasar malam Pandawa 2 ternyata juga banyak dikeluhkan oleh masyarakat Bungo dan pengguna jalan Lintas Sumatera yang membuat terganggu kendaraan yang melintas.

Baca Juga :  Besok, SZ - EMH Gelar Deklarasi dan Mendaftarkan Diri ke KPUD Bungo

“Pengelola pasar malam juga tidak menempatkan petugas untuk pengaturan lalu lintas, baik dari Dinas Perhubungan, maupun Satlantas Polres Bungo,” tuturnya.

Untuk diketahui, hiburan pasar Malam yang beberapa waktu belakangan ini telah menarik perhatian masyarakat Bungo nyaris memakan korban jiwa disalah satu permainan wahana Bianglala.

Salah satu pengunjung pasar malam Pandawa 2, Rinalda Putri Pratiwi di akun facebook miliknya menuturkan keluh kesah dan awal mula terjadinya kejadian yang hampir merenggut jiwanya di permainan pasar malam.

Baca Juga :  Bersama 4 Anggota DPRD Asal Pondok Tinggi, Yos Adrino Mantapkan Basis Dukungan di Karya Bakti

“Kami naik bertiga posisi adek kami beduo lah turun pas kami ngijakan kaki mau turun buai tu lah jalan lg dgn posisi pintu masih kebukak. Yg penjago nyo lah bilng berhentikan mesinny ado konslet jugo makonyo berhenti pas kami la ditas,” ungkap Rinalda Putri Pratiwi. (tim)