Diduga PPK Tanah Sepenggal Merubah Suara Caleg Pada DA1 Plano

970

SUARA BUNGO – Pleno KPU di tingkat kabupaten Bungo untuk kecamatan Tanah Sepenggal menjadi pleno yang paling alot. Dimana pleno tersebut memakan waktu yang paling lama diantara kecamatan-kecamatan lainnya.

Diketahui, saksi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dalam hal ini menjadi lakon. Ia meminta kepada penyelenggara baik KPU maupun Bawaslu untuk membuka kotak DA1 Plano yang ada didalam kotak tersebut.

Sejatinya, pleno kecamatan Tanah Sepenggal dilakukan Sabtu (04/05/2019) pada pukul 08.00 Wib. Namun, adu argumen antara Saksi PAN dengan KPU dan Bawaslu hingga istirahat siang dan tidak menemui titik temu.

Kala itu, saksi PAN menilai PPK Tanah Sepenggal telah mengubah DA1 Plano pada TPS di dusun Teluk Pandak. Namun anehnya, pada DA1 hologram tidak ditemukan perbedaan. Karena pleno masih berjalan dengan alot, maka pleno Tanah Sepenggal diskors paling terakhir.

Setelah semua kecamatan selesai diplenokan, pleno kecamatan Tanah sepenggal kembali dilakukan sekitar pukul 22.00 Wib. Sama seperti sebelumnya, pleno kembali berjalan alot dan agak tegang.

Namun pada akhirnya pleno bisa selesai setelah KPU dan Bawaslu menyetujui untuk membuka kotak DA1 Plano.

Dari pembukaan kotak inilah kejanggalan yang diragukan PAN benar-benar terbukti. Dimana suara caleg nomor urut 5 yang seharusnya hanya mendapat suara 33 diganti menjadi 40 suara. Dan pada DA1 Plano terdapat coretan pergantian angka.

Dengan dibukanya kotak DA1, pleno pun bisa diselesaikan, dengan berimbas ke perolehan suara perorangan internal caleg PAN.

Dengan adanya perubahan angka 40 menjadi 33, juga terjadi pergeseran caleg yang meraih suara terbanyak. Sebelum kotak dibuka, caleg nomor urut 5 (Hendri Novriza) memperoleh suara 1507 dan caleg nomor urut 2 (Alfian) memperoleh 1504 suara.

Namun setelah dibuka kotak, raihan suara berbalik arah. Caleg nomor urut 2 tetap meraih suara sebanyak 1504 dan caleg nomor urut 5 meraih 1500 suara.

Satu hal yang menarik, dengan adanya kejadian perubahan suara pada DA1 Plano tidak ada tindakan apa-apa baik dari KPU maupun Bawaslu terhadap PPK Tanah Sepenggal tersebut.

KPU maupun Bawaslu Bungo tidak memberikan sanksi apa-apa terhadap PPK Tanah Sepenggal yang telah berhasil diusut oleh PAN dengan adanya penambahan suara pada salah satu caleg PAN.

Terpisah Dedy Harianto, SH devisi hukum Bawaslu Bungo mengakui adanya laporan kecurangan yang diduga dilakukan oleh oknum caleg PAN. Dikatakannya, laporan ini sudah diregristrasi dan akan segera ditindaklanjutinya.

“Memang benar ada dugaan perubahan suara, sudah kita registrasi. Dugaan sementara memang adanya perubahan hasil suara pada C 1. Nanti kita akan memanggil saksi-saksi dalam laporan ini,” ucap Dedy.

Dedy megatakan, pihaknya memiliki waktu dua kali tujuh hari setelah waktu temuan untuk memproses perkara tersebut. Jika memenuhi unsur pidana, maka kasus ini akan dilimpahkannya ke pihak kepolisian.

“Kita punya waktu tujuh hari setelah temuan untuk memprosesnya, jika belum selesai maka bisa ditambah tujuh hari lagi untuk memprosesnya. Jika memang ada unsur pidananya, maka akan kita limpahkan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.(oni)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini