Diduga Oknum Guru Tantang Wartawan yang Bertugas di Merangin Untuk Adu Jotos

534

SUARA BANGKO – Aksi premanisme yang dilakukan oleh salah satu oknum guru SDN 189/VI Meranti kecamatan pamenang selatan, Nugroho Wijiyanto (36) menantang duel ke salah satu wartawan yang bertugas liputan Merangin, atas nama inisial AG (33).

Gaya premanisme yang dilakukan oleh oknum guru tersebut saat sang jurnalis mau melakukan konfirmasi langsung terkait realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pembangunan fisik di tahun 2019 ini yang sedang berjalan.

Namun belum tau apa, motif yang membuat oknum guru tersebut meradang hingga mengancam dan mengajak wartawan tersebut adu jotos.

Namun, selain itu juga beredar informasi dari AG emosinya oknum guru tersebut, karena disinyalir takut terkuak-nya dugaan permainan dalam realisasi DAK yang sedang dikerjakan di sekolah tersebut.

“Saya mau konfirmasi terkait realisasi DAK tahun 2019 ini. Kabarnya, realisasi DAK di sekolah itu masih di urus Kepsek yang lama. Tapi tiba-tiba datang Nuggroho Wijiyanto membentak bentak saya,” kata AG ke media ini Rabu (25/9/2019).

Dilanjutkan AG, tak lama kemudian Nuggroho lansung mendorong dirinya sambil mengatakan mengapa kesini dan mau apa.

“Kau mau apo ke sini, apo kau nak kuasai di siko,” sambung AG sambil menirukan bahasa Nuggroho.

Lebih lanjut, menurut penuturan AG, dia (oknum guru.red) juga menantang wartawan yang bertugas di Merangin ini jika rasanya kurang puas apa yang di lakukan ke dirinya dia mempersilakan memanggil segenap wartawan di Merangin ini karena dia tidak takut dengan adanya insiden ini.

“Panggillah kawan-kawan (Wartwan -Red) kau tu, aku tidak takut. Setelah itu saya juga di usir dari sekolah itu,” tukasnya.

Sementara, Kepsek SD 189 Domintan alias Dede di konfirmasi membantah jika gurunya mengajak adu jotos saat salah satu wartawan hendak konfirmasi. Namun, dia membenarkan terjadi perkataan kasar yang di lakukan anak buahnya.

“Kejadiannya waktu saya di belakang, saya tidak tau persis kejadian awalnya. Tapi, mereka sudah saling maaf maafan, kebetulan saya datang insiden itu sudah selesai,” jawab Kepsek Dede.

Saat di tanya, Kepsek Dede, apa penyebab guru tersebut terkesan menantang dan mengeluarkan kata kata kotor pada media yang ingin konfirmasi? Menurut Dede, sebenarnya hanya biasa saja, karena mungkin mereka masih muda hingga terjadi emosi yang tidak terkontrol.

“Mungkin mereka sama-sama emosi, sehingga tidak terkontrol. Kalau tau persisnya saya tidak di situ, saya datang penghujungnya dan saya ajak masuk kedalam kelas baru lah dia bercerita kejadian itu,” tambah Kepsek Dede.

Menurut informasi tanya media ini lagi kepada Guru itu, bahwa Nugroho menantang AG, supaya memberitaukan ke wartawan jika hal itu kurang puas dan berkenan.

“Ya mungkin emosi Nugroho tidak terkontrol maka dia bilang seperti itu. Soalnya, saya tidak kejadiannya, dan saya tau pas di pengujungnya dan tidak begitu tau pasti permasalahannya,” tukasnya.(mjb)

Silahkan Komentar nya Tentang Berita Ini