oleh

Diduga Hanya Setingan, Razia di Lapas Klas IIB Tidak Menemukan Barang yang Mencolok

SUARA BUNGO – Dalam rangka Hari Bakti Kemasyarakatan ke-57, Lapas Klas IIB Muaro Bungo melakukan inspeksi mendadak. Sidak tersebut melibatkan TNI-Polri dan BNNK Bungo, Selasa malam (6/4/2021).

Razia gabungan tersebut dimulai sekitar pukul 20.00 Wib. Tapi sangat disayangkan, sidak tersebut berlangsung tertutup dari awak media.

Awak media yang hadir disana merasa kecewa, lantaran mereka tidak bisa mengambil gambar ketika dilakukan penggeledahan diruangan tahanan.

“Kami ini mau cari moment saat penggeledahan, mau cari gambar dan video saat penggeledahan,” kata perwakilan wartawan.

Mereka menduga jika razia ini hanya setingan belaka dan informasi juga diduga sudah bocor. Ditambah lagi tidak ada barang bukti yang mencolok yang ditemukan oleh petugas razia. Padahal sebelumnya pernah tersiar kabar jika dilapas Klas IIB Muara Bungo termasuk lapas yang tidak begitu ketat pengawasannya.

Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya bong atau alat penghisap Shabu pada saat razia beberapa waktu lalu, bahkan belakangan ini juga ada oknum petugas lapas yang ditangkap polisi diduga menjadi kurir barang haram jenis shabu.

Dalam sidak kali ini, petugas hanya menemukan barang-barang bawaan warga binaan yang tidak begitu membahayakan, seperti gelas, sendok, kartu Remi, cukur kumis, kuas cat dan barang bawaan warga binaan lainnya.

Pantauan dilapangan, barang yang membahayakan hanya pisau kater, paku, obeng. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa aksesoris handphone seperti casing, baterai, cas hp dan sebagainya, sementara handphone-nya tidak ditemukan.

Kalapas Klas IIB Muara Bungo, Ridha Ansari membantah jika sidak atau razia ini dilakukan hanya seremonial atau setingan belaka.

“Tadi saat razia, kita didampingi TNI, Polisi, ada juga dari BNNK,” kata Ridha.

Menurut dia, razia yang dilakukan oleh tim lapas bukan hanya satu kali ini saja, namun kegiatan razia ini dilakukan secara rutin.

Untuk barang-barang yang ditemukan, seperti casing hp, cas, baterai dan benda-benda terlarang lainnya, dia menyebut jika nanti mereka akan memanggil dan memeriksa blok-blok dimana ditemukannya barang tersebut.

Terkait tidak dibolehkannya awak media masuk mengikuti tim yang masuk kedalam lapas, Ridha menyebut jika itu merupakan intruksi dari atasannya langsung.

“Kita enggak mau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Memang tidak sekarang, tapi takut nanti, nanti bisa viral,” pungkasnya. (*)

 

Komentar

Berita Terbaru