oleh

Bupati Al Haris Buka Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme

SUARA BANGKO – Bupati Merangin, H. Al Haris membuka acara Sosialisasi Bahaya Radikalisme-Terorisme di Merangin. Acara tersebut berlangsung di Aula Kesbangpol, diikuti utusan dari Kesbangpol kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, Rabu (31/3/2021).

Pada acara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati juga tampil sebagai pemateri dengan judul “Peran dan Upaya Pemkab Merangin dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di masyarakat”.

Dikatakan Bupati, secara umum kelompok radikal di Indonesia masih eksis, mereka cenderung terus meningkat dan bervariasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang terus berkembang.

“Radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan totol secara revolusioner dengan menjungkir balikkan nilai tatanan yang ada secara drastis lewat kekerasan (violence) dan aksi-aksi yang ekstrim,” terang Bupati.

Terorisme lanjut bupati, bukan persoalan siapa pelaku kelompok dan jaringannya, namun lebih dari itu, terorisme merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang keyakinan, pikiran, perbuatan personal masyarakat, kelompok masyarakat.

Terorisme akan tumbuh di masyarakat yang sudah dicemari oleh paham fundamentalisme ekstrim atau radikalisme keagamaan.

“Kita dulu zaman Orde Baru pernah punya undang-undang  yang kuat tentang subversif beberapa aturan dapat diterapkan, seperti berkumpul di atas pukul 24.00 Wib ditangkap,” ujarnya.

Setelah Orde Baru berakhir terang Bupati, Pemerintah sekarang sedang berupaya memperkuat regulasi penegakan radikalisme dan terorisme, namun sampai sekarang ini terkendala dengan ancanam hak azazi manusia.

Baru-baru ini tepatnya pada Minggu pagi (28/3) di Kota Makasar, dikejutkan dengan ledakan Bom bunuh diri yang melukai sekitar 14 orang. Aksi terorisme ini mendapat kutukan keras dari Presiden Jokowi.

Menurut Presiden jelas Bupati, terorisme adalah kejahatan tehadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Semua ajaran agama menolak terorisme apapun alasannya.

Presiden telah menerintahkan Kapolri dan jajarannya, untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan pembongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya.

Masyarakat diminta agar tetap tenang menjalankan ibadah, karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut. (MHD/Adv)

Komentar

Berita Terbaru