Bukti Gagalnya Program GDM, Bank Sampah Malah Dijadikan Kandang Ayam

SUARA BUNGO – Program Gerakan Dusun Membangun (GDM) yang dibangga-banggakan Hamas-Apri, ternyata syarat masalah dan terkesan buang-buang anggaran. Bukti sahih, program Bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah malah beralih fungsi menjadi kandang ayam.

Dari data yang dirangkum, program yang menyedot anggran APBD Bungo tahun 2018 ini dibeberapa dusun, mayoritas tidak terpakai lagi dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya serta ada yang belum terpakai sama sekali.

“Pengolahan sampah ini cuma berjalan 6 bulan. Sudah 2 tahun dak berfungsi lagi,” kata M salah satu warga.

Menurutnya, selain karena gajinya kecil hanya Rp600 ribu sebulan, petugas TPS juga kesulitan mendapatkan sampah untuk diolah.

Baca Juga :  Riduwan Ibrahim : Saya Siap Maju Sebagai Calon Bupati Bungo Tahun 2020

“Kalau di dusun, sampah dibakar. Jadi kami terpaksa mengambil sampah dari pasar, tetapi kalau ambil di pasar kami harus beli Rp30 ribu satu gerobak. Bukan menambah penghasilan, yang ada uang kami yang disedot,” keluhnya.

M menilai, sepertinya program bank sampah ini tidak memiliki perencanaan yang matang dari Pemkab Bungo. Karena, aroma asal ada proyek sangat kental di program ini.

“Coba dipikir sebelum meluncurkan program. Jangan sudah barang dibeli, selesai itu ditinggal. Ini namanya pemborosan anggaran, wajar kalau Bungo sampai defisit kalau seperti ini cara mengelolanya. Uang kantong saya aja defisit apalagi pemerintah,” kesalnya lagi.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Pimpin Upacara Peringatan HUT Ke-58 Bank Jambi Cabang Sungai Penuh

Sementara itu, di Dusun Air Gemuruh bank sampah juga tidak bermanfaat bagi masyarakat. Parahnya lagi, masyarakat malah menjadikan bank sampah sebagai kandang ayam peliharaan pribadi masyarakat.

“Ya benar, ada yang sudah jadi kandang ayam termahal di Jambi. Beberapa sarana dan prasarananya seperti motor gerobak sampah, alat pengayak dan pencacah sampah, kondisinya sudah karatan karena lama tidak terpakai,” tegas salah seorang warga sembari minta namanya tidak dipublikasikan.

“Kami masyarakat di dusun dak membutuhkan program yang macam ini. Coba uangnya untuk kebutuhan lain yang lebih menyentuh, itu lebih bagus,” timpal warga lainnya di Kecamatan Kecamatan Tanah Tumbuh.

Baca Juga :  Breaking News..!!! Warga Tanah Kampung Hilang, Diduga Hanyut di Sungai Batang Sangkir

Untuk diketahui, Dana Pembangunan TPS dialokasikan dari Dana Gerakan Dusun Membangun (GDM) Rp250 juta/dusun. Dana ini bersumber dari APBD Bungo tahun 2018.

Lewat program GDM, Pemda Bungo telah menganggarkan pembuatan hanggar TPS 92 unit, pengadaan tanah untuk TPS 15,75 hektar. Kemudian pengadaan kendaraan roda tiga 91 unit, mesin pencacah sampah 104 unit serta mesin pengayak sampah 104 unit. (TMC)