13 Kotak Suara Beserta Surat Suara Dibakar Massa Timses Caleg, Begini Kronologisnya

SUARA SUNGAI PENUH – Setelah Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan Petugas Panwascam di Desa Koto Bento Kecamatan Pesisir Bukit, kali ini kasus luarbiasa pada Pemilu serentak 2019 juga terjadi di TPS Desa Koto Padang Kecamatan Tanah Kampung, yaitu kasus Pembakaran kotak dan surat suara Pemilu 2019 dan hingga sejauh ini, pelaku pembakaran belum diketahui.

Berdasarkan Informasi yang media suarabutesarko.com peroleh dilapangan, perihal kejadian tersebut berawal dari saat KPPS, Panwas dan anggota Linmas telah selesai melakukan penghitungan Surat suara dan sedang melaksanakan kegiatan penyelesaian administrasi di TPS, yang selanjutnya akan di antar ke PPK, Sekitar pukul 3:30 Wib.

Baca Juga :  Hj. Hesti Haris Imbau Pengrajin Jambi Urus HAKI

“Sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba listrik padam, dan terjadi lemparan batu ke atap lokasi TPS yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal, dan diduga sekelompok massa timses salah satu caleg,” menurut keterangan warga sekitar, yang dibenarkan oleh Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh.

Hingga pada pukul 04.15 WIB tiba-tiba sekelompok massa mendatangi TPS 1, 2, dan 3 yang berlokasi di SDN 063/XI Koto Padang, dan langsung membakar 13 kotak suara yang berisi kertas suara dan kelengkapan lainnya di TPS tersebut.

Baca Juga :  Refleksi Hari Pahlawan: Gubernur Al Haris Tekankan Pendidikan dan Persatuan Bangsa

Pada saat terjadi pembakaran oleh sekelompok massa, anggota KPPS berlari meninggalkan TPS untuk menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Kota Sungai Penuh, Jumiral Lestari membenarkan perihal kejadian tersebut.

“Benar, kejadian tersebut terjadi sekitar jam 3:30 Wib, ada 13 kotak suara yang berisi surat suara yang dibakar di 3 TPS,” beber Jumiral.

Terkait tindak lanjut dari kejadian tersebut, Ketua Bawaslu mengatakan kemungkinan akan diadakan pemungutan suara ulang (PSU).

Baca Juga :  Agus-Nazar Tampil Percaya Diri Kuasai Panggung Debat Publik Pilkada Tebo

“Secepatnya kami akan berkoordinasikan dengan KPU mengenai kejadian ini, kemungkinan akan diadakan Pemungutan Suara Ulang (PSU),” pungkasnya.

Sebelumnya pada siang tadi telah dilakukan Olah TKP oleh TIM Inafis Polres Kerinci, yang dijaga ketat oleh Anggota Brimob, satuan Sabhara polres Kerinci dan TNI.

Hingga berita ini diturunkan, tim sentra Gakumdu Kota Sungai Penuh Bersama Tim Sentra Gakumdu Provinsi Jambi sedang mengadakan rapat terkait kejadian tersebut. (ndy)