Dandim 0420/Sarko Kerahkan Personel Koramil Jangkat Tinjau Lokasi Banjir Bandang

SUARA BANGKO – Banjir bandang yang melanda Desa Rantau Kermas, disebabkan karena meluapnya tiga anak sungai yang ada di Desa Rantau Kermas yakni Sungai Aro, Sungai Mandi Duo, dan Sungai Limau Ruso.

Banjir bandang terjadi pada hari Senin (18/3/2019) sekira pukul 17.00 Wib di Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Dandim 0420/Sarko Letkol Kav Rohyat Happy Ariyanto,S.Sos.,M.M langsung mengerahkan personel Koramil 420-05/Jangkat berjumlah 6 orang yang dipimpin Danramil Jangkat Kapten Kav Mahnun untuk turun langsung ke lokasi.

Baca Juga :  Diduga Perumahan Bungo Green City dan Azziziah Tidak Kantongi Amdal, Ini Kata Dinas LH Bungo..!!

Danramil Jangkat melaksanakan koordinasi dengan BPBD dan Pemda untuk kebutuhan alat berat Exavator, truk pengangkut tanah dan air bersih.

“Sampai saat ini bantuan dari BPBD maupun Pemda belum datang, personel Koramil masih kami stanbykan di lokasi yang aman dan tetap melaksanakan pemantauan,” ungkap Kapten Mahnun.

Danramil juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap banjir susulan karena curah hujan yang masih tinggi.

Baca Juga :  KPU Bungo Tetapkan DCT Anggota DPRD Bungo, Ini Nama-Namanya..!!!

Berdasarkan data sementara yang di himpun di lokasi Kerugian personel Nihil, kerugian Materil yakni :
1. Infrastruktur jalan poros Danau Pauh ke Desa Renah Kemumu terputus akibat longsor dan badan jalan tertimbun
2. Sawah terendam +- 10 Hektar rusak tertimbun material batu pasir.
3. Rumah warga tidak ada yang rusak.
4. Ada 2 buah Jembatan rusak berat yaitu jembatan yang menghubungkan Desa Rantau kermas menuju ke Desa Tanjung Kasri dan desa Renah Memumu dan jembatan yang menghubungkan Dusun Danau Pauh ke desa Rantau Kermas serta pipa sarana air bersih terputus.

Baca Juga :  Diduga PT. Duta Permai Lestari Manipulasi Data Dukungan di Kontrak Kerja

“Wilayah Desa ini tidak ada signal atau jaringan telkom, apabila akan berhubungan via heanfhone harus mencari titik yang ada signal kurang lebih 12 km dari TKP,” tutup Kapten Mahnun. (mjb)