SUARA BUNGO – Setelah dipastikan usaha Buthcing Plane Mini milik PT. Duta Permai Lestari yang beralamat di Sungai Binjai yang tidak mengantongi izin dari dinas dan instansi terkait, kini pertanyaan mucul soal surat dukungan Buthing Plane disaat kotrak kerja antara rekanan dan pemerintah.
Melihat usaha yang tidak memiliki izin ini, diduga kuat antara dokumen yang digunakan pada proses pelelangan tidak sesuai dengan realisasi dilapangan.
Bahkan menurut sumber terpercaya, pada proses pelelangan biasanya ada dukungan Buthcing Plane untuk mendukung pekerjaan proyek yang sesuai dengan standar Buthcing Plane yang sesuai persyaratan.
“Jadi yang didaftarkan pada waktu proses pelelangan itu bukan Buthcing Plane yang ada sekarang. Pihak konsultan pengawas, unsur dinas terkait dan TP4D Kejati Jambi jangan tutup mata dengan persoalan ini,” tegas sumber yang tidak mau disebutkan namanya.
Terpisah, salah satu konsultan pengawas pembangunan jembatan Batang Tebo, Zikra, enggan memberikan tanggapan saat ditanya soal kualitas mutu beton dari Buthcing Plane Mini yang diduga tidak memiliki laboratorium dan beroperasi tanpa izin dari dinas dan instansi terkait. Bahkan Zikra melemparkan tanggungjawab itu kepada koordinator proyek yang berada di dinas PU Provinsi Jambi.
“Kalau soal itu (mutu beton) tidak urusan kami. Kami tidak bisa jawab. Yang berhak jawab pihak dinas PU. Ada namanya pak Samosir dari Dinas PU Provinsi Jambi,” ungkapnya seraya mengakhiri pembicaraan via telepon ketika dikonfirmasi.
Sementara itu, ketua tim konsultan pengawas pekerjaan proyek ketika dikonfirmasi terkesan melemparkan tanggungjawab ke dinas Pekerjaan Umum. Ia sebagai pengawas tak mau memberikan komentar terkait tak adanya izin butching plane.
“Kita hanya sebagai tenaga profesional yang independen, artinya kami melaksanakan tugas sesuai aturan dan permintaan owner dan hasil yang kita dapat dari mengawasi pelaksanaan kegiatan, kita serahkan ke PU sebagai kompensasi laporan,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. Duta Permai Lestari saat hendak dikonfirmasi suarabutesarko.com via WhatsApp tidak di balas, dan hanya dibaca saja. (SBS)










