Pelatihan Kain Perca Oleh Mahasiswa IAKSS Muara Bungo Dorong Pemberdayaan Ekonomi Ibu PKK Desa Perintis

SUARA TEBO — Upaya meningkatkan keterampilan dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Usaha (KKU). Salah satunya melalui Pelatihan Pengolahan Kain Perca Menjadi Keset, Taplak Meja, dan Produk Rumah Tangga yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 di Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Kegiatan ini menyasar Ibu-ibu PKK Desa Perintis sebagai kelompok sasaran utama.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKU yang terdiri atas Aisyah Rohmiati, Akbar Tapdhila, Aminah, Artika Sari Ayu Ramdani, Aurell Shalsabila, Candra Dwi Putra, Efi Elfiana, Eka Riskiya Saputri, Ines Marsalinda, Heny Septiyana, Khafidhotun Nafisah, Khusnul Khotimah, Lusi Safitri, M. Muslim, Putri Apriany, Putri Rahmawati, Jecky Kurniawan, Rindiani, dan Viki Musdalifah.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan Ibu PKK dalam memanfaatkan kain perca atau sisa kain yang selama ini berpotensi menjadi limbah rumah tangga. Melalui pengolahan sederhana, kain perca dapat diubah menjadi berbagai produk rumah tangga yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah tekstil, kemudian diperkenalkan dengan teknik pengolahan kain perca menjadi keset, taplak meja, dan produk rumah tangga lainnya. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan produk dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Antusiasme Ibu-ibu PKK Desa Perintis terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah tekstil, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Kain perca yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai jual.

Baca Juga :  Bupati Mashuri Salurkan Bantuan Kepada Korban Banjir di Tiga Desa

Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini turut mendukung upaya pengurangan limbah tekstil di lingkungan masyarakat. Pemanfaatan kembali kain perca menjadi produk rumah tangga merupakan langkah sederhana untuk memberikan nilai tambah terhadap bahan yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dalam mengolah kain perca menjadi produk yang bernilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi. Metode sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan dinilai efektif karena peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pembuatan produk.

Baca Juga :  Bupati Adirozal Ajak Masyarakat Kerinci Ikut Menanam Pohon

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti pada peningkatan menjadi berbagai produk rumah tangga yang memiliki nilai guna sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah tekstil, kemudian diperkenalkan dengan teknik pengolahan kain perca menjadi keset, taplak meja, dan produk rumah tangga lainnya. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan produk dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Antusiasme Ibu-ibu PKK Desa Perintis terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah tekstil, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Kain perca yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang lebih berguna dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk bernilai jual.

Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini turut mendukung upaya pengurangan limbah tekstil di lingkungan masyarakat. Pemanfaatan kembali kain perca menjadi produk rumah tangga merupakan langkah sederhana untuk memberikan nilai tambah terhadap bahan yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna.

Baca Juga :  BANTUAN DANA HIBAH PKM UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI DAN STRATEGI BRANDING PADA KLASTER KERUPUK BAWANG DI KABUPATEN BUNGO

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok sasaran dalam mengolah kain perca menjadi produk yang bernilai guna dan berpotensi bernilai ekonomi. Metode sosialisasi, demonstrasi, praktik, dan pendampingan dinilai efektif karena peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam proses pembuatan produk.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti pada peningkatan keterampilan produksi. Pendampingan dapat dilanjutkan pada aspek pemasaran, pengemasan, penentuan harga, dan pengembangan merek produk, sehingga hasil karya Ibu-ibu PKK dapat memiliki peluang lebih besar untuk dipasarkan.

Pembentukan kelompok usaha kecil berbasis pemanfaatan kain perca juga dapat menjadi langkah strategis untuk mengorganisasi produksi, meningkatkan kapasitas usaha, dan menjaga keberlanjutan kegiatan. Dengan demikian, pelatihan kain perca di Desa Perintis tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan limbah berbasis masyarakat. (SBS)