Alat Berat Oknum Anggota Polsek Rantau Pandan Diduga Rusak Jembatan Gantung dan Jalan Rabat Beton

SUARA BUNGO – Tidak hanya merusak dan mencemari lingkungan, kondisi Jembatan Gantung yang ada di Dusun Lubuk Kayu Aro, Kecamatan Rantau Pandan dikabarkan sangat memprihatinkan, karena 2 buah Seling penahan tiang jembatan gantung dikabarkan sudah putus dan diduga disebabkan oleh alat berat yang beroperasi untuk PETI di Dusun Lubuk Kayu Aro.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan, Seling penahan tiang jembatan gantung dusun Lubuk Kayu Aro selama ini masih bagus dan baru – baru ini dikabarkan sudah putus. Menurut pengakuan beberapa warga, putusnya Seling penahan tiang jembatan gantung itu dikarenakan adanya alat berat yang selalu melewati dekat jembatan gantung sebagai jalur mobilisasi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk aktifitas PETI.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Terima Kunjungan Kepala Balai TNKS, Bahas Rencana Pembangunan Jalan Pungut Mudik–Sungai Kuning

“Dua buah Seling penahan tiang jembatan gantung didusun kami sudah putus karena alat berat yang bermain PETI diseberang dusun. Kami minta kepada yang punya alat atau pengurus alat berat itu bisa bertanggung jawab dan mengganti Seling yang putus itu,” ujar salah satu warga.

Ketika ditanya siapakah pemilik alat berat yang bekerja mencari emas ilegal tak jauh dari Jembatan gantung Dusun Lubuk Kayu Aro, menurutnya alat berat dengan merek Zoomlion PC215 itu diduga milik salah satu oknum anggota Polsek Rantau Pandan yang berinisial YG.

“Kabarnya alat itu milik oknum anggota Polsek Rantau Pandan inisian YG. Kami mohon kesadaran dan tanggungjawabnya untuk memperbaiki seling penahan jembatan gantung yang selalu dilewati warga ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Warga Sukasari Sarolangun Tegaskan Wajib Hukumnya Pilih CE-Ratu Nomor 1

Tidak hanya Seling penahan jembatan gantung yang rusak, masih menurut pengakuan warga, salah satu jalan rabat beton yang ada didalam dusun Lubuk Kayu Aro juga rusak karena sering dilalui oleh alat berat Zoomlion tersebut.

“Jalan rabat beton juga ada yang hancur karena sering dilalui alat berat itu,” bebernya pula.

Ketika ditanya apakah alat berat yang diduga milik salah satu oknum anggota Polsek Rantau Pandan ini masih bekerja dan masih melakukan penambangan ilegal didusun Lubuk Kayu Aro tepatnya dekat jembatan gantung, menurutnya saat ini alat berat tersebut sudah tidak ada lagi dan tidak tahu dimana posisinya saai ini.

“Alat itu sudah tidak ada lagi di Lubuk Kayu Aro dan kabarnya alat itu masih bekerja disekitaran Kecamatan Rantau Pandan lah bang,” terangnya pula.

Baca Juga :  Aktivis Pecinta Lingkungan Soroti Maraknya PETI di Sungai Arang Karena Kurangnya Pengawasan Masyarakat dan APH

Putusnya Seling penahan jembatan gantung dan rusaknya belasan meter jalan rabat beton di dusun Lubuk Kayu Aro membuat salah satu warga meminta agar Kapolsek Rantau Pandan untuk dapat membantu permasalahan tersebut, karena jika hal ini dibiarkan maka kerusakan jembatan akan semakin parah dan tentu itu bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

“Kami juga berharap kepada pak Kapolsek Rantau Pandan untuk dapat menolong dan memperhatikan masalah ini. Jika jembatan ini tidak diperbaiki, kami takut kerusakan jembatan akan semakin parah, sementara jembatan itu termasuk akses utama yang dilalui banyak warga,” tutupnya. (Tink)